Page 588 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 588

UMK JAWA BARAT 2022: KOTA BEKASI TERTINGGI, KABUPATEN BANJAR
              TERENDAH, DAN 9 DAERAH TAK NAIK
              Gubernur  Jawa  Barat  Ridwan  Kamil  telah  menetapkan  besaran  nilai  Upah  Minimum
              Kota/Kabupaten (UMK) di Provinsi Jawa Barat pada Selasa (30/11). Kota Bekasi tercatat sebagai
              wilayah dengan UMK tertinggi.

              Penetapan UMK ini dituangkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 561/ Kep.732-
              Kesra/  2021  tanggal  30  November  2021  tentang  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  di  daerah
              Provinsi Jawa Barat Tahun 2022.

              Disampaikan  Sekretaris  Daerah  Jawa  Barat,  Setiawan  Wangsaatmadja,  penetapan  ini  tidak
              terlepas dari beberapa dasar peraturan. Mulai dari Undang-undang (UU) 13 Tahun 2003 tentang
              Ketenagakerjaan, UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, UU 11 Tahun 2020 tentang
              Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah RI No.36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, serta beberapa
              surat Menteri Ketenagakerjaan RI.
              Ditambah rekomendasi besaran penyesuaian nilai upah minimum kabupaten/kota dari 27 bupati
              dan walikota seluruh Jawa Barat, juga berita acara Dewan Pengupahan.

              "Tentu saja bahwa hal ini menjadikan sebuah dasar, sehingga Keputusan Gubernur dikeluarkan,"
              kata Setiawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa malam (30/11).

              Setiawan menambahkan, Gubernur Ridwan Kamil turut bersimpati dan berempati terhadap hal
              ini.  Karena  rumus-rumus  di  dalam  perhitungan  dikeluarkannya  UMK  ini  didasarkan  kepada
              Peraturan Pemerintah dan tidak diberikan ruang terhadap diskresi daerah untuk menetapkan
              lebih dari itu.

              "Terkait dengan putusan MK, menyatakan bahwa pemerintah harus memperbaiki peraturan ini
              di  dalam  dua  tahun.  Namun  demikian  selama  dua  tahun  ini  seluruh  peraturan  yang  terkait
              dengan  UU  Cipta  Kerja  dan  seluruh  turunannya  masih  tetap  berlaku  termasuk  PP  36  yang
              mendasari terkait dengan perhitungan UMK ini," kata Setiawan, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

              Setiawan menegaskan, tugas gubernur hanya menetapkan terkait dengan UMK ini. Pun gubernur
              tidak dapat merevisi bahkan mengoreksi terkait dengan rekomendasi yang telah disampaikan
              oleh seluruh bupati/wali kota.

              "Oleh karena itu, surat rekomendasi yang disampaikan oleh bupati/walikota yang saat ini sudah
              seluruhnya sesuai dengan PP 36, kemudian gubernur menetapkan hal tersebut," paparnya.

              Setiawan berharap, ke depan pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah pusat agar dapat
              melibatkan pemerintah daerah lebih jauh, khususnya di dalam penghitungan UMK ini.

              "Karena  kita  tahu  kondisi  ekonomi  dan  dinamika  antara  daerah  satu  dengan  daerah  lainnya
              sangat bervariasi. Oleh karena itu kami sangat berharap, bahwa pelibatan pemerintah daerah di
              masa yang akan datang bisa terlibat lebih jauh," tandasnya.

              Dalam salinan Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang UMK 2022 yang akan berlaku mulai 1
              Januari 2022, tercatat upah tertinggi ada di Kota Bekasi dengan Rp 4.816.921,17, naik dari upah
              tahun 2021 sebesar Rp 4.782.935,64.

              Sebelumnya,  UMK  tertinggi  di  Jawa  Barat  selalu  dipegang  oleh  Karawang.  Sementara  UMK
              terendah  Kota  Banjar  Rp  Rp  1.852.099,52  yang  naik  dari  upah  tahun  sebelumnya  Rp
              1.831.884,83.




                                                           587
   583   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593