Page 598 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 598

Diketahui, UMK lima kabupaten/kota, yaitu Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, dan Mojokerto
              naik sebesar 1,74 persen-1,75 persen atau setara Rp75 ribu. Sementara, 33 kabupaten/kota lain
              mengacu pada penetapan UMK sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021.

              Juru  Bicara  Gerakan  Serikat  Pekerja  (Gasper)  sekaligus  Ketua  DPW  FSPMI  Jatim  Jazuli
              menuturkan UMK tertinggi tercatat di Surabaya sebesar Rp4.375.479, sedangkan UMK terendah
              di Sampang Rp1.922.122.

              "Selisih  atau  disparitas  upah  minimum  di  Jatim  antara  Surabaya  dan  Sampang  sebesar  124
              persen. Secara umum, menggambarkan kesenjangan pendapat buruh Jatim yang masih sangat
              jauh," tutur Jazuli, Rabu (1/12).

              Rata-rata UMK di Jatim pada 2022 sebesar Rp2.502.929. Nilai ini lebih besar dari UMP di wilayah
              yang sama pada tahun yang sama, yakni Rp1.891.567. Selisihnya mencapai 611.362. "Idealnya,
              UMP Jatim adalah nilai rata-rata UMK, sehingga dapat memperkecil disparitas upah di Jatim,"
              terang dia.
              Namun demikian, Jazuli mengapresiasi kenaikan UMK di 5 kabupaten/kota utama di Jatim yang
              keluar dari formulasi PP 36/2021 dan mengabaikan surat edaran dari Menteri Ketenagakerjaan.

              Sayangnya,  masih  ada  UMK  wilayah  lain  yang  tidak  meningkat,  seperti  Malang,  Jombang,
              Jember, Probolinggo, dan Pacitan.

              Tak  cuma  itu,  daerah-daerah  padat  industri  yang  juga  menampung  perusahaan-perusahaan
              besar,  seperti  Tuban  dengan  perusahaan  semen  terbesar  di  Indonesia,  penetapan  UMK-nya
              hanya Rp2.539.224 atau naik 0,28 persen setara Rp6.990. "Hal ini tidak adil bagi pekerja/buruh
              yang ada di Kabupaten Tuban," imbuh Jazuli.

              Karenanya, buruh Jatim, lanjut dia, menolak penetapan UMK 2022 yang masih menggunakan
              formula PP 36/2021 tentang Pengupahan. Sebab, hitung-hitungannya tidak memberikan nilai
              tambah bagi kesejahteraan buruh.

              Kenaikan upah tersebut juga diyakini tidak bisa meningkatkan daya beli buruh. Sebaliknya, daya
              beli buruh malah akan tertekan karena inflasi (indeks harga konsumen) yang tinggi.

              Bahkan, Jazuli mengingatkan Gubernur Jatim untuk tetap memberlakukan UMSK sebagaimana
              yang dijanjikan pada Selasa (30/11) malam, ketika menerima perwakilan Gasper melakukan aksi
              demonstrasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
              "Penetapan  UMSK  berpedoman  pada  rekomendasi  bupati/wali  kota  dan  hasil  rapat  Dewan
              Pengupahan Provinsi Jatim dari unsur pekerja dan buruh," jelasnya.

              Sebelumnya, Khofifah menegaskan penetapan upah merupakan standar yang ditetapkan oleh
              pemerintah dan berlaku bagi buruh dengan masa kerja kurang dari 1 tahun. Sedang, pekerja
              dengan masa kerja di atas 1 tahun boleh menggunakan struktur dan skala upah dan tak boleh
              dikurangi dari upah yang sudah berjalan.

              Karenanya ia mengingatkan perusahaan untuk memperhatikan gaji karyawan dengan masa kerja
              di atas 1 tahun.

              Berikut  daftar  UMK  2022  38  kabupaten/kota  di  Jatim:  1.  Kota  Surabaya:  Rp4.375.479,19  2.
              Kabupaten  Gresik:  Rp4.372.030,51  3.  Kabupaten  Sidoarjo:  Rp4.368.581,85  4.  Kabupaten
              Pasuruan:  Rp4.365.133,19  5.  Kabupaten  Mojokerto:  Rp4.354.787,17  6.  Kabupaten  Malang:
              Rp3.068.275,36  7.  Kota  Malang:  Rp2.994.143,98  8.  Kota  Pasuruan:  Rp2.838.837,64  9.  Kota
              Batu:  Rp2.830.367,09  10.  Kabupaten  Jombang:  Rp2.654.095,88  11.  Kabupaten  Probolinggo:


                                                           597
   593   594   595   596   597   598   599   600   601   602   603