Page 648 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 648
No. B-M/383/HI.01.00/XI/2021 tanggal 9 November 2021 tentang Penyampaian Data
Perekonomian dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022.
Gubernur menekankan, upah minimum adalah batas terendah upah bagi pekerja dengan masa
kerja kurang satu tahun.
Sementara bagi pekerja di atas satu tahun atau lebih melalui penghitungan Struktur dan Skala
Upah (SUSU) dengan memerhatikan minimal inflasi sebesar 1,28 persen dan laju pertumbuhan
ekonomi sebesar 0,97 persen.
Sebagai simulasi penerapan SUSU di Kota Semarang bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari
satu tahun, minimal penambahan upahnya Rp63.787,98 dan di Kabupaten Banjarnegara sebesar
Rp40.946,29.
“Ketetapan tentang kewajiban perusahaan membuat struktur skala upah kita cantumkan dalam
SK agar menjadi perhatian semuanya,” katanya dalam siaran pers, Rabu, 1 Desember 2021.
Ganjar Pranowo menegaskan untuk perusahaan-perusahaan yang tidak terdampak pandemi
Covid-19 tentu kenaikannnya di atas angka tersebut.
“Beberapa perusahaan besar telah menyatakan kesanggupan untuk memberikan kenaikan upah
lebih dari sepuluh persen, bahkan 15 persen,” ungkapnya.
Adapun untuk memberikan kepastian besaran upah bagi pekerja dengan masa kerja lebih dari
satu tahun, pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng ) hari ini juga mengeluarkan
Surat Edaran (SE) No. 561/0016770 tentang Struktur dan Skala Upah di Perusahaan Tahun 2022
ditujukan kepada bupati/wali kota dan pimpinan perusahaan se- Jawa Tengah.
Surat edaran ini dimaksudkan memberikan kepastian hukum bagi pekerja /buruh dengan masa
kerja satu tahun atau lebih.
Dalam SE terdapat instruksi agar bupati/wali kota memastikan perusahaan menyusun SUSU
dengan menugaskan dinas tenaga kerja melakukan pendampingan dan pemantauan.
Sementara kepada pengusaha diwajibkan menyampaikan hasil penyusunan SUSU kepada Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah melalui dinas yang membidangi
ketenagakerjaan kabupaten/kota paling lambat 31 Desember 2021 dalam bentuk surat
pernyataan.
"Pekerja yang baru masuk bekerja tentunya akan menerima upah yang besarannya berbeda
dengan pekerja yang sudah bekerja bertahun-tahun. Hal ini untuk memberikan rasa keadilan
bagi pekerja sekaligus penghargaan atas pengabdian dari para pekerja kepada perusahannya,”
tegas Ganjar Pranowo. ***
647

