Page 765 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 765

Gubernur yang dikenal sosok dekat dengan masyarakat itu sangat menyambut baik atas apa
              yang dilakukan oleh para buruh dalam menyampaikan aspirasinya.
              'Saya menyambut baik bahwa cara-cara yang dilakukan oleh buruh di Indonesia khususnya di
              Sumsel ini adalah cara-cara yang sangat terhormat. Ini merupkan langkah bagus bagi kita, paling
              tidak kami dapat lebih mudah dan tenang dalam menyelesaikan persoalan ini," ungkapnya.

              Tak hanya itu saja, dia menilai kedatangan para buruh ini sebagai respresentasi dari keinginan
              buruh untuk membuat penetapan yang berpihak kepada semua, jadi tidak ada yang dirugikan
              termasuk kaum buruh.

              "Sebenarnya kami ingin kesejahteraan buruh itu diawali perbaikan-perbaikan hak-haknya. Jadi
              bukan hanya sekader ukuran UMR dan UMP tapi hak lainnya juga," tuturnya.

              Dalam aksi ini turut serta ratusan ibu-ibu. Novi perwakilan para buruh mengatakan, minyak naik,
              susu naik, padahal katanya gubemur sayang rakyatnya.

              "Jangan ada dusta di antara kita pak Gubernur. Panas liati kita apa panas matahari. Karena
              sama-sama panas mari berjuang," kata Novi saat melakukan orasi.

              'Kami berjuang ke sini bertegangan dengan manajemen. Bahkan kami siap kalau mau di-SP,
              berhenti tingal berhenti, tinggal minta tanggung gubemur," katanya.

              Menurut Novi, sebelum perang ini sudah merasa mati duluan, jadi kenapa harus takut. Yang
              tidak berjuang dia berkhianat, hanya menunggu kemenangan dari yang berjuang.

              Terbakar rasanya darah di badan. Saya wakilkan perasan ibu-ibu. Bahkan untuk ke sini saya
              tinggalkan anak-anak saya," katanya.

              Sebelumnya  Gubemur  Sumatera  Selatan  (Sumsel)  Herman  Deru  telah  mengesahkan  Surat
              Keputusan (SK) nomor 746/kpts/Disnaker-trans/2021 tentang Upah Provinsi (UMP) yang tidak
              naik di tahun 2022. Artinya UMP Sumsel tahun 2022 ditetapkan Rp 3.144.446.
              Namun keputusan tersebut ditolak para buruh, sehingga ribuan buruh melakukan aksi di depan
              Kantor  Gubernur  Sumsel.  Para  buruh  yang  melakukan  aksi  ini  mengatas  namakan  Gerakan
              Pekerja/ Buruh untuk keadilan Sumsel (Gepbuk) SS, terdiri dari berbagai serikat buruh seperti
              Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), NIBA SPSI, FARKES SPSI, KEP SPSI,
              PPMI SPSI, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) dan lain-lain.

              Buruh mendesak Gubemur Herman Deru untuk tidak mengesahkan Upah Minimum Kota (UMK),
              sekaligus menuntut adanya kenaikan upah sekitar 7-10 persen.

              'Kami  menginginkan  kenaikan  upah  7-10  persen.  Idealnya  minimal  5-7  persen,"  kata  Ketua
              Federasi  Serikat  Buruh  (FSB)  Niaga,  Informatika,  Keuangan,  Perbankan  dan  Aneka  industri
              (Nikeuba) Kota Palembang, Hermawan, di sela-sela aksi di Kantor Gubemur Sumsel.

              Berikut  tuntutan  para  buruh,  menuntut  pelaksanaan  putusan  mahkamah  konstitusi  nomor  :
              91/PUU-XVII/2021,  tanggal  25  November  2021.  Lalu,  menuntut  revisi  kenaikan  UMP  Sumsel
              Tahun 2022 dan kenaikan UMK Kabupaten/Kota se-Sumsel.

              Kemudian, menuntut dicabutnya Undang-undang No.11/2020 tentang Cipta Kerja dan seluruh
              peraturan pelaksananya yang telah dinyatakan Inskonstitusional bersyarat.

              Menuntut  Gubernur,  Bupati  dan  Walikota  se-Sumsel  untuk  memberikan  Subsidi  kepada
              Pekerja/Buruh Formal maupun Informal sebesar Rp 300 ribu per bulan.



                                                           764
   760   761   762   763   764   765   766   767   768   769   770