Page 804 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 804

Judul               UMK Jabar Naik di Bawah 1,09 Persen, Buruh: Sangat Menyakiti
                                    Perasaan
                Nama Media          sindonews.com
                Newstrend           Upah Minimum 2022
                Halaman/URL         https://daerah.sindonews.com/read/615167/701/umk-jabar-naik-di-
                                    bawah-109-persen-buruh-sangat-menyakiti-perasaan-1638328345
                Jurnalis            arif budianto
                Tanggal             2021-12-01 10:17:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif

              Ringkasan

              Buruh Jawa Barat mengaku sangat kecewa dengan keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov)
              Jabar  atas  upah  minimum  kota/kabupaten  (UMK)  2022.  Buruh  menilai,  kenaikan  UMK  Jabar
              tahun 2022 masih mengaku kepada PP No 36 tentang Pengupahan.



              UMK JABAR NAIK DI BAWAH 1,09 PERSEN, BURUH: SANGAT MENYAKITI
              PERASAAN
              Buruh Jawa Barat mengaku sangat kecewa dengan keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov)
              Jabar  atas  upah  minimum  kota/kabupaten  (UMK)  2022.  Buruh  menilai,  kenaikan  UMK  Jabar
              tahun 2022 masih mengaku kepada PP No 36 tentang Pengupahan.

              "Kami  sangat  kecewa  dengan  keputusan  Gubernur  Jawa  Barat  yang  menetapkan  UMK
              berdasarkan  PP  36/2021,  keputusan  Gubernur  tersebut  sangat  menyakiti  hati  dan  perasaan
              kaum buruh Jawa barat yang sudah berhari-hari berjuang tapi berakhir dengan pil pahit," kata
              Ketua  DPD  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Seluruh  Indonesia  (KSPSI)  Jabar  Roy  Jinto,  Rabu
              (1/12/2021).

              Menurut  dia,  Gubernur  Jawa  Barat  tidak  menghargai  proses  yang  telah  dilalui  di  tingkat
              kabupaten/kota.  Dimana  bupati  atau  wali  kota  telah  membuat  rekomendasi  kenaikan  UMK.
              Rekomendasi itu sudah melalui pengkajian dan perdebatan yang panjang.
              "Namun,  setelah  sampai  ke  Pemprov  semua  di  mentahkan  dengan  mengembalikan  semua
              rekomendasi agar sesuai dengan PP 36/2021," beber dia.

              Menurut Roy, kenaikan UMK di Jabar hanya mengalami kenaikan antara 0,84 hingga 1,09 persen.
              Besaran itu sesuai dengan ketentuan PP No 36/2021. Tak hanya itu, sebanyak 11 kota kabupaten
              bahkan tak mengalami kenaikan untuk UMK 2022.

              Padahal, kata Roy, jelas putusan MK amar ke 7, bahwa Pemerintah tidak boleh mengeluarkan
              kebijakan  program  strategis  dan  berdampak  luas.  Sementara  PP  36/2021  jelas  bahwa
              pengupahan merupakan program strategis Nasional yang pastinya berdampak luas

                                                           803
   799   800   801   802   803   804   805   806   807   808   809