Page 89 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 89
Kedua negara sepakat untuk saling membuka pasar tenaga kerja bagi profesional muda berusia
18 35 tahun untuk bekerja di semua sektor di kedua negara. Kerja sama ini tetap memperhatikan
aturan, khususnya aturan terkait tenaga kerja asing yang berlaku di kedua negara.
Penempatan dilakukan dengan basis kuota maksimal 50 orang profesional muda dalam setiap
tahun dengan berbasis kontrak kerja antara pemberi kerja dan pekerja. Skema ini telah dimiliki
oleh Pemerintah Swiss dengan 14 negara mitra kerja samanya, salah satunya dengan Indonesia.
Kesepakatan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Swiss ini merupakan kerja sama sangat
strategis bagi Indonesia, terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja di luar negeri.
Terlebih lagi untuk sektor-sektor pekerjaan yang perlindungannya cukup baik, baik itu dilihat
dari segi upah, kondisi pekerjaan ataupun kondisi hubungan industrial antara pemberi kerja dan
tenaga kerja.
Kesempatan kerja bagi profesional muda Indonesia juga terbuka lebar di Swiss. Ini dinilai pada
akhirnya dapat menurunkan angka pengangguran Indonesia, meningkatkan taraf hidup
masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Di lain pihak, kesepakatan ini juga menjadi peluang bagi Indonesia untuk lebih percaya diri dalam
menggali peluang-peluang kerja formal yang lebih luas lagi di negara lain.
"Kami berharap ini menjadi milestone awal terbukanya skema kerja sama penempatan tenaga
kerja Indonesia di negara-negara mitra kawasan Eropa," ujar Dirjen Binapenta, Kemnaker RI,
Suhartono dalam rilis pers yang diterima Republika, Rabu (1/12).
Dirjen Binapenta menyampaikan kedua negara akan kembali duduk bersama untuk
membicarakan technical arrangement dari perjanjian ini guna dapat memaksimalkan
pemanfaatan kerja sama yang telah dijalin oleh kedua negara.
"Seperti diketahui, Indonesia-EFTA CEPA mulai berlaku sejak 1 November 2021 dan diharapkan
implementasi program Young Professional ini dapat disegerakan sehingga dapat mendukung
Indonesia-EFTA CEPA lebih maksimal bagi kedua belah pihak," ujar Dubes RI untuk Swiss,
Muliaman Hadad.
88

