Page 86 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 86

Perhitungan formula UMK dari PP 36/2021 pasal 26 dengan kalkulasi angka dari BPS sesuai surat
              Menteri  Ketenagakerjaan  RI  untuk  para  Gubernur  se  Indonesia  dengan  nomor  surat,  No.
              BM/383/HI.01.00/XI/2021  tanggal  9  November  2021.12.1  Surat  tersebut  mengenai
              Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan Dalam Penetapan Upah Minimum Tahun
              2022.

              Gubernur Ganjar menekankan upah minimum tidak berlaku bagi pekerja dengan masa kerja di
              atas satu tahun. Bagi pekerja dengan kategori tersebut akan dihitung dengan Struktur dan Skala
              Upah (SUSU) dengan pertimbangan inflasi.

              Perhitungannya  adalah  memperhatikan  inflasi  sebesar  1,28  persen  dan  laju  pertumbuhan
              ekonomu  sebesar  0,97  persen.  Sebagai  referensi  penerapan  SUSU  di  Kota  Semarang  bagi
              pekerja diatas satu tahun minimal memiliki penambahan upah Rp63.787,98 dan perbandingan
              di kabupaten Banjarnegara Rp40,946,29.

              “Ketetapan tentang kewajiban perusahaan membuat struktur skala upah kita cantumkan dalam
              SK agar menjadi perhatian semuanya,” kata Ganjar dikutip SEMARANGKU dari Humas Pemprov
              Jateng, 1 Desember 2022.

              Ketetapan tersebut menurut Ganjar diperuntukkan bagi perusahaanperusahaan yang terdampak
              Covid19. Sementara bagi perusahaan yang tidak terdampak angka tersebut akan dinaikan lebih
              dari 10 persen bahkan 15 persen.

              Ketetapan  tersebut  menurut  Ganjar  telah  disepakati  oleh  beberapa  perusahaan  besar  yang
              menyatakan kesiapannya.

              Untuk memastikan hal tersebut, bagi pekerja lebih dari 1 tahun, Pemprov Jateng pada hari ini
              telah mengeluarkan SE No.561/0016770 tentang Struktur dan Skala Upah di Perusahaan Yahun
              2022 yang langsung ditujukan pada Bupati/Walikota.

              SE tersebut memiliki instruksi agar Bupati/Walikota untuk memastikan penyusunan SUSU pada
              masingmasing perusahaan. Bupati/Walikota dapat memberikan hak dengan menugaskan dinas
              tenaga kerja untuk melakukan pemantauan dan pendampingan.

              Sedang bagi pengusaha diwajibkan untuk menyampaikan SUSU yang telah disusun kepada Dinas
              Tenaga  Kerja  dan  Transmigrasi  Provinsi  Jawa  Tengah  melalui  dinas  ketenagakerjaan
              Kabupaten/Kota.

              Hal  tersebut  dilakukan  paling  lambat  pada  tanggal  31  Desember  2021  dengan  bentuk  surat
              pernyataan. Keputusan tersebut menurut Ganjar adalah kebijakan yang adil bagi pekerja dan
              pengusaha.

              Selain itu, juga menjadi bentuk apresiasi bagi pekerja atas loyalitas kepada perusahaan.
              “Pekerja yang baru masuk bekerja tentunya akan menerima upah yang besarannya berbeda
              dengan pekerja yang sudah bekerja bertahuntahun, hal ini untuk memberikan rasa keadilan bagi
              pekerja sekaligus penghargaan atas pengabdian dari para pekerja kepada perusahannya,” tegas
              Ganjar.

              Berikut ini Daftar UMK 35 Kab Kota di Prov Jateng Tahun 2022 dilansir dari Humas Pemprov
              Jateng Daftar UMK 35 Kab Kota di Prov Jateng Tahun 2022 Kabupaten Cilacap Rp2.230.731,50
              Kabupaten  Banyumas  Rp1.983.261,84  Kabupaten  Purbalingga  Rp1.996.814,94  Kabupaten
              Banjarnegara  Rp1.819.835,17  Kabupaten  Kebumen  Rp1.906.781,84  Kabupaten  Purworejo
              Rp1.911.850,80  Kabupaten  Wonosobo  Rp1.931.285,33  Kabupaten  Magelang  Rp2.081.807,18
              Kabupaten  Boyolali  Rp2.010.299,30  Kabupaten  Klaten  Rp2.015.623,36  Kabupaten  Sukoharjo

                                                           85
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91