Page 141 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 NOVEMBER 2019
P. 141
lingkungan kampus dan luar kampus. "Salah satu bekal percaya diri yakni
kemampuan penguasaan bahasa," kata Aris.
"Ketiga, make connected. Terhubung dengan dunia luar dan dunia kerja. Bisa
dikembangkan bursa kerja khusus yang akan terhubung di Kemnaker di e- bursa
dan informasi pasar kerja," lanjut Aris Wahyudi.
Aris Wahyudi memgatakan kegiatan Dies Natalis Polteknaker didedikasikan dalam
rangka mengawal agar urusan Ketenegakerjaan ke depan, semakin sentris. Karena
selama ini, urusan ketenagakerjaan banyak dianggap hanya sebagai isu-isu
pinggiran, residual yang merupakan sisa-sisa atau dari masalah-masalah
sebelumnya.
"Ke depan urusan ketenagakerjaan harus bisa ke tengah (mainstream). Untuk bisa
ke tengah, maka harus bisa main juga hulu, dengan menyiapkan SDM-SDM yang
akan mengawal atau berkiprah di dunia ketenagakerjaan," ujarnya.
Aris Wahyudi mengungkapkan Polteknaker didirikan sejatinya tidak hanya untuk
mengisi pekerjaan-pekerjaan atau jabatan di Kemnaker, tapi juga untuk pekerjaan-
pekerjaan bagi stakeholder ketenagakerjaan. Bagaimana ketenagakerjaan bisa
berkontribusi menyiapkan SDM-SDM di dunia usaha dan dunia industri. Baik dengan
SDM, K3 dan relasi industri atau hubungan industrial.
"Saya berharap adik-adik mahasiswa tidak mengecewakan harapan para pendiri
Polteknaker untuk menciptakan SDM yang unggul, di bidang ketenagakerjaan.
Kuasai ilmu pengetahuan dan ketrampilan secara maksimal agar dapat diterapkan
dalam dunia kerja," kata Aris.
Sementara Kapusdiklat SDM Ketenagakerjaan Elsie Armaita mengatakan di usia
kedua, Polteknaker masih memerlukan dukungan dan sumbangsih pikiran dari
seluruh stakeholder agar bisa lebih maju di masa mendatang, sebagaimana visi misi
yang digagas para pendiri Polteknaker.
Page 140 of 170.

