Page 149 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 01 NOVEMBER 2019
P. 149

Menurut Dinar, memang terdapat beberapa wilayah yang merasa keberatan
               terhadap kenaikan tersebut. Hanya saja, keberatan tersebut tidak dilengkapi oleh
               data dan informasi. Dengan demikian, kenaikan sebesar 8,51% ini merupakan jalan
               yang terbaik karena didasari oleh variabel yang terukur, yaitu inflasi dan
               pertumbuhan ekonomi nasional.

               "Ada dari asosiasi pengusaha datang kemari untuk minta agar kenaikannya sekitar
               5-6% saja, sementara buruh minta 10-15%. Namun, kedua permintaan tersebut
               tidak didasari oleh data empiris yang kuat, jadi 8,51% ini sudah terbaik," kata Dinar.

               Dinar pun menilai keinginan buruh agar UM naik sekitar 10-15%, perlu untuk
               dilengkapi oleh data-data empris, sehingga dapat menjadi bahan masukan kepada
               pemerintah.

               Menurutnya, tuntutan kenaikan tersebut didasarkan oleh survei, namun sampai saat
               ini pemerintah belum menerima dasar dari survei tersebut. Sementara angka yang
               ditetapkan pemerintah telah berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi
               nasional.

               Dinar menambahkan, Kemnaker telah menerima perintah dari Presiden Joko Widodo
               untuk mulai menyusun pokok-pokok pikiran dalam rangka merevisi PP Pengupahan.
               Saat ini, Kemnaker terus melakukan dialog dengan berbagai pihak, baik dengan
               pihak pekerja maupun pengusaha, untuk memberikan masukan atas perbaikan PP
               Pengupahan tersebut.

               "Selama ini banyak pihak yang menyatakan keberatan atas peraturan tersebut,
               tetapi tidak pernah memberikan ide konkrit dan implementatif hal-hal apa saja yang
               perlu diubah dari peraturan tersebut. Sekarang kami sedang mengumpulkan bahan-
               bahannya," katanya.

               Terkait revisi UU Ketenagakerjaan, Dinar menegaskan bahwa selama ini belum ada
               proses revisi UU Ketenagakerjaan. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah
               percaya terhadap informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

               "Kami belum ada draft-nya, jadi kalau mereka bilang menolak, sebenarnya apa yang
               ditolak," ujarnya.





















                                                      Page 148 of 170.
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154