Page 113 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 SEPTEMBER 2019
P. 113
Terkait banyaknya jumlah pengangguran yang disumbang SMK, Emil mengatakan
bahwa masalah tersebut dipengaruhi oleh empat hal yaitu laju ekonomi yang
melambat, lulusan tidak punya fighting spirit, kurikulum tidak up to date, serta tidak
adanya hubungan baik dengan industri.
Oleh karena itu, tambahnya, diperlukan upaya bersama untuk menghadirkan iklim
investasi yang baik. Iklim investasi yang baik akan membuat industri terus tumbuh
sekaligus membangun keselarasan antara kurikulum sekolah dan industri. Selain itu,
diperlukan juga pendidikan karakter untuk membentuk lulusan yang punya spirit
berjuang sesuai cetak biru generasi unggul Jabar Masagi.
"Hari ini kita ingin semangat baru, kita buktikan 2045 negara Indonesia jadi
adidaya," ujarnya.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, 'link and match'
SMK dan perusahaan merupakan langkah kerja kolaboratif antara pihak SMK di
Jabar, Dinas Pendidikan Jabar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta
pihak industri/perusahaan.
Capacity building yang digelar bersama PT Astra International TBK pada acara itu
pun menjadi implementasi dalam langkah kolaborasi dan inovasi yang diarahkan
Emil.
Pada 2018, saat kopi Jawa Barat menjadi tren di dunia, Pemerintah Daerah Provinsi
(Pemdaprov) Jabar juga telah melakukan pilot project kurikulum kopi di SMK PPN
Tanjungsari sebagai contoh 'link and match'.
Jawa Barat memiliki 2.950 SMK, 9,6% di antaranya adalah SMK negeri, dengan
kurang lebih 110 kompetensi keahlian. Hal itu, ujar Dewi, merupakan peluang serta
potensi yang sangat strategis untuk bekerja sama dengan dunia industri.
Page 111 of 172.

