Page 180 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2020
P. 180
dilakukan pada pekan ini agar proses pelatihan berbasis program itu bisa segera
dimulai.
Pengumpulan data dilakukan sesegera mungkin, kata Menaker Ida, agar semakin
cepat pula Kartu Prakerja diluncurkan untuk karyawan korban PHK dan dirumahkan
memperoleh akses layanan pelatihan secara daring.
Para peserta yang didaftarkan juga harus memenuhi syarat yang ada, seperti
berusia di atas 18 tahun dan terbukti menjadi korban PHK atau dirumahkan oleh
perusahaan.
"Jika tak memenuhi syarat akan langsung didiskualifikasi. Misalnya peserta di bawah
18 tahun atau sedang sekolah atau peserta sudah memperoleh bantuan program
PHK," kata Menaker.
Kartu Prakerja mengalami perubahan skema untuk merespons dampak COVID-19
kepada angkatan kerja Indonesia. Awalnya program tersebut ditujukan untuk
pencari kerja mendapatkan layanan pelatihan vokasi baik skilling atau re-skilling.
Tapi, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah akhirnya mengubah
kebijakan dan menggunakan Kartu Prakerja untuk mewadahi para karyawan yang
terkena PHK atau dirumahkan, para pekerja harian yang kehilangan penghasilan
dan pengusaha mikro yang kehilangan omzet sebagai akibat COVID-19.
Penerima program itu, kata Menaker Ida, akan dapat mengikuti pelatihan yang
disyaratkan industri yang ada dalam layanan Sistem Informasi Ketenagakerjaan
(SISNAKER) dengan pilihan jenis pelatihan dan lembaga pelatihan, baik Balai
Latihan Kerja (BLK) pemerintah maupun LPK swasta.
Pelatihan tersebut akan diselenggarakan secara online dan offline dan peserta
program nantinya akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari lembaga yang
diikutinya.
Sumber: Antara.
Page 179 of 274.

