Page 271 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 APRIL 2020
P. 271
Title ISTANA PERHATIKAN TUNTUTAN BURUH SOAL PEMBAHASAN RUU CIPTA KERJA
Media Name kompas.com
Pub. Date 03 April 2020
https://nasional.kompas.com/read/2020/04/03/18564281/istana-perhatikan -tuntutan-
Page/URL
buruh-soal-pembahasan-ruu-cipta-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA, - Staf Khusus Presiden bidang Hukum Dini Purwono mengatakan,
Presiden Joko Widodo memberi perhatian khusus terkait rencana unjuk rasa serikat
buruh yang meminta agar pemerintah dan DPR tak melanjutkan pembahasan
omnibus law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja di tengah
berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia.
"Sudah menjadi atensi. Sedang dalam proses pembahasan di internal Istana," ujar
Dini melalui pesan singkat, Jumat (3/4/2020).
Terlebih, di tengah pandemi Covid-19 ini, pemerintah telah mengimbau agar
masyarakat tak berkerumun untuk memutus mata rantai penularan virus corona.
Untuk diketahui, pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja dipastikan berlanjut di
DPR. Rapat paripurna DPR menyepakati pembahasan draf RUU Cipta Kerja
diserahkan kepada Badan Legislasi (Baleg).
"Surat Presiden tanggal 7 Februari berkenaan RUU tentang Cipta Kerja yang telah
dibawa dalam rapat konsultasi pengganti Badan Musyawarah dan telah disepakati
untuk diserahkan kepada Badan Legislasi," kata Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin
dalam rapat paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2020).
Diberitakan sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said
Iqbal mengatakan, pihaknya berencana menggelar aksi unjuk rasa menolak
pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja. Aksi tersebut akan dilakukan pada
pertengahan April dengan melibatkan 50.000 buruh se-Jabodetabek. Said
mengatakan, aksi buruh akan dipusatkan di depan gedung DPR.
Menurut Said, DPR tidak memiliki hati dan empati terhadap para buruh dengan
tetap melakukan pembahasan RUU Cipta Kerja. Said mengatakan, DPR sebaiknya
fokus membantu pemerintah untuk mengatasi penyebaran Covid-19, terutama
terkait nasib buruh yang rentan terkena PHK karena wabah virus corona.
"DPR tidak punya hati nurani dan tidak memiliki empati kepada jutaan buruh yang
sampai saat ini bertaruh nyawa dengan tetap bekerja di pabrik-pabrik, di tengah
imbauan social distancing," kata Said..
Page 270 of 274.

