Page 54 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 OKTOBER 2019
P. 54
karyawannya.
Kekakuan aturan PHK itu, sambung ia, menjadi salah satu penyebab investor
mundur untuk berinvestasi di Indonesia. Apalagi upah kerja di Indonesia di atas
rata-rata negara tetangga, dengan produktivitas kerja yang rendah.
Padahal, sambung ia, di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang mampu
meningkatkan efisiensi, kebutuhan tenaga kerja perusahaan dapat berubah dengan
cepat. Tak ayal, investor asing lebih memilih Vietnam yang menawarkan upah
murah, produktivitas tinggi, dan skema PHK yang lebih sederhana.
Untuk itu, pemerintah perlu melakukan perbaikan dalam hal ketentuan PHK. Dengan
perbaikan ketentuan, Indonesia bisa lebih menarik di mata investor. Ujung-
ujungnya, lapangan kerja yang tersedia akan semakin banyak.
Di saat yang sama, pemerintah memberikan perlindungan terbaik kepada warganya
berupa keahlian. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan kompetensi sumber daya
manusia (SDM) agar masyarakat bisa bersaing di pasar kerja dan meningkatkan
kesejahteraan.
"Orang profesional, yang memiliki skill (keahlian) yang bagus, takut di-PHK? Tidak,
karena memiliki skill yang bagus. Mengapa orang kita (Indonesia) takut di-PHK?
Karena skill-nya tidak bagus," ujar Hanif.
Peningkatan kualitas SDM dituangkan melalui berbagai progam, misalnya melalui
pelatihan Balai Latihan Kerja maupun kerja sama dengan perusahaan untuk
memberikan pelatihan kerja sesuai kebutuhan. Dengan cara itu, masyarakat tetap
bisa bekerja meski pekerja tidak lagi bekerja di tempat yang sama.
"Di Indonesia, pikirannya kan masih kerja tetap. Itulah mengapa Pegawai Negeri
Sipil (PNS) masih menjadi (pekerjaan) favorit," jelasnya.
Page 53 of 83.

