Page 59 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 OKTOBER 2019
P. 59
Balai Latihan Kerja (BLK), dan Politeknik.
Namun, dia menyadari bahwa pendidikan dan pelatihan vokasi tidak cukup untuk
meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM di Tanah Air. Oleh karena itu,
Kemnaker pada 2020 menyiapkan kartu pra-kerja sebagai upaya meningkatkan
kemampuan (upskilling) dan menambah kembali kemampuan (reskilling) SDM
tersebut.
Ekspor jasa dinilai sebagai salah satu cara untuk memaksimalkan bonus demografi
yang akan dialami pada tahun 2030 hingga 2045. Pada periode itu, 70% populasi
Indonesia merupakan penduduk usia produktif.
"Tuntutan terhadap skill berubah, ini satu kunci agar Indonesia bisa eksis dalam
beberapa tahun kedepan. Bonus demografi ini bisa kita optimalkan untuk
meningkatkan pertumbuhan ekonomi," tegas Hanif.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin
Nasution tak menampik bahwa salah satu kendala yang dihadapi Indonesia untuk
meningkatkan ekspor jasa adalah kualitas SDM yang belum memadai. Dia menyebut
SDM Indonesia masih sulit bersaing dengan SDM dari sejumlah negara tetangga.
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu menjelaskan SDM Indonesia tertinggal
jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga lantaran selama ini tidak pernah
ada konsep standarisasi yang jelas untuk pengembangan SDM, mulai dari
pendidikan formal, pelatihan hingga peningkatan kualitas saat di dunia kerja.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah fokus untuk mengembangkan konsep
pengembangan SDM yang menyesuaikan kebutuhan industri global melalui
pendidikan dan pelatihan vokasi.
"Jalur science basic tetap perlu tetapi lebih mendesak pelatihan vokasi, pelatihan
Page 58 of 83.

