Page 82 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 OKTOBER 2019
P. 82

Title          KEMBANGKAN BLK, JATIM PERKUAT INDUSTRI TEKSTIL
               Media Name     investor.id
               Pub. Date      16 Oktober 2019
               Page/URL       https://investor.id/business/kembangkan-blk-jatim-perkuat-industri-tek stil
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive











               Provinsi Jawa Timur (Jatim) memperkuat industri tekstil dengan mengembangkan
               Balai Latihan Kerja (BLK). Keberadaannya diharapkan menjadi salah satu penopang
               yang akan membangkitkan kejayaan industri tekstil di provinsi tersebut seperti era
               tahun 1980-an.

               Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan, posisi Jatim dalam industri
               tekstil nasional sebenarnya masih cukup mumpuni. Saat ini, beberapa daerah terus
               mengembangkan produk tekstil, antara lain Kabupaten Lamongan dan Kertosono.

               Jarak tempuh antardaerah yang sekarang lebih cepat sejak ada jalan tol Trans Jawa
               memberi peluang berkembangnya daerah penghasil produk tekstil. "Dulu, dari
               Surabaya mau ke Kertosono sebelum ada jalan tol tentu jarak tempuhnya lama,
               sekarang lebih cepat," kata Emil, di sela Pelantikan Pengurus IKATSI DPW Jatim,
               Selasa (15/10).

               Pengurus IKATSI DPW Jatim masa bakti 2019-2023 dilaksanakan di Gedung Balai
               Diklat Industri Dinas Perindustrian Jatim di Jalan Gayung Kebunsari Dalam 12
               Surabaya oleh Ketua DPP IKATSI Suharno Rusdi.

               Jajaran pengurus DPW IKATSI Jatim yang dilantik antara lain Ketua Haryono dan
               Wakil Ketua Nelly Budhiharti, Sekretaris Edy Sutikno, Wakil Sekretaris HM Yousri Nur
               Raja Agam, Bendahara Totok Supriyono, dan Wakil Bendahara Slamet Basuki.

               Para pengurus terdiri atas alumni perguruan tinggi tekstil di seluruh Indonesia yang
               berada di Jatim. Mereka berkiprah di 37 perusahaan tekstil di Jatim, bidang
               pendidikan, bisnis, dan kemasyarakatan.

               Emil menjelaskan, tantangan yang dihadapi industri tekstil di Jatim saat ini terkait
               ketersediaan tenaga kerja. Sebab, sulit mencari tenaga kerja yang memiliki upah
               minimum kota (UMK) yang relatif terjangkau dan kompetitif.

               Namun, semua itu bisa dihadapi ketika banyak tenaga terampil yang selalu tersedia
               tiap tahunnya. "Makanya, kami kembangkan Balai Latihan Kerja. Selain teknikal,
               karakternya kita perkuat," ucapnya.




                                                       Page 81 of 83.
   77   78   79   80   81   82   83   84