Page 57 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 JULI 2019
P. 57
Masak tuan rumah enak-enak saja ada empat WNI kita yang meninggal," ucapnya.
Menurut Patria, pemerintah daerah sangat serius untuk menindaklanjuti peristiwa
kematian empat TKW NTB yang menjadi korban kebakaran di Arab Saudi tersebut.
Sebab, bagaimanapun empat TKW adalah WNI.
"Kami tidak bisa bekerja sendiri. Apalagi kewenangannya ada di pusat melalui
Kementerian Luar Negeri. Di sinilah kita minta pusat menindaklanjuti hal ini. Sebab,
kalau benar ada kesengajaan kita mintakan pemilik rumah dapat dituntut baik dari
sisi pertanggungjawaban pidana maupun pertanggunjawaban perdata," katanya.
Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB HMS Kasdiono mengusulkan agar dibentuk tim
investigasi dan panitia khusus (pansus) menyikapi kasus kematian empat TKW di
Arab Saudi tersebut.
"Kami mendorong Pemerintah Pusat melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian
Tenaga Kerja, Kemenkum dan HAM serta BNP2TKI untuk mengusut kejadian ini.
Kita tidak boleh diam karena kita tidak ingin ini terus terulang terjadi," tegasnya.
Menurutnya, tewasnya empat TKW tersebut harus menjadi atensi. Karena, pihaknya
melihat sebelum peristiwa itu terjadi ada unsur pelanggaran tindak pidana
perdagangan orang (TPPO). Karena, pemerintah sendiri telah memberlakukan
moratorium TKI ke negara-negara Timur Tengah.
"Ini semua ada yang salah dari awal. Kenapa masih ada TKI yang bekerja di Arab
Saudi padahal negara sudah memberlakukan moratorium. Tapi karena ini di negara
lain dan kewenangannya bukan di daerah, kita minta pusat melakukan upaya. Dan
apa yang bisa dilakukan daerah kita lakukan paling tidak ada rekomendasi. Salah
satunya dengan membentuk pansus," jelasnya.
Lebih lanjut, Kasdiono menyatakan Pansus tersebut bisa saja terbentuk sebelum
September atau setelahnya. Mengingat pada periode tersebut pelantikan anggota
DPRD baru.
"Kalau ini bisa segera kita bentuk ya harus segera karena kita tidak mungkin
menunggu DPRD baru, terlalu lama. Karena pansus ini akan jadi perbaikan bukan
hanya kasus ini tapi langkah untuk perbaikan nasib TKI ke depan," katanya.
Sebelumnya pada Juni 2019, empat tenaga kerja Indonesia (TKI), Asal Lombok
Tengah, NTB menjadi korban tewas dalam sebuah kebakaran di Arab Saudi.
Korban tewas diketahui bernama Siti Nurjani (24) warga Meteng, Keluarahan
Prapen, Praya, Lombok Tengah; Kaini (32) warga Wakul Kelurahan Renteng,
Lombok Tengah; Lalu Praya Ida Royani (37) asal Grantuk, Kelurahan Renteng,
Praya, dan Tari Asma (19) asal Tongkek, Batunyale.
Page 56 of 68.

