Page 137 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 APRIL 2020
P. 137
Judha memaparkan selama lockdown berlangsung setidaknya hampir 35 ribu WNI
kembali ke tanah air dari Malaysia.
"Terkait kepulangan, sejak 18 - 31 Maret yaitu 34,696 orang yang kembali pulang
dari Malaysia ke Indonesia adalah dari Semenanjung Malaysia. Mayoritas adalah
WNI pemegang fasilitas bebas visa 30 hari. Jadi, bukan WNI yang bekerja maupun
yang memiliki ijin tinggal tetap di Malaysia," imbuh Judha lagi.
Plt Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, mengatakan, para PMI yang menjadi
prioritas mendapatkan bantuan paket sembako merupakan para pekerja yang
masuk ke dalam kategori "kelompok rentan".
"Siang ini lanjutan Video Teleconference Kepala Perwakilan di Kuala Lumpur dan
sejumlah wilayah lainnya di Malaysia, mengevaluasi sejauh mana upaya
memberikan bantuan. Kelompok rentan itu mana saja. Dari pantauan para
perwakilan di Lapangan adalah mereka yang bekerja di sektor-sektor informal," ujar
Teuku Faizasyah.
Faizasyah menyebut ribuan paket sembako yang disalurkan kepada PMI selama
lockdown berlangsung, saat ini menggunakan anggaran yang dimiliki Perwakilan RI.
"Besaran anggaran belum dibahas (dari Pemerintah Pusat). Intinya dengan adanya
bantuan perlindungan WNI di perwakilan memiliki anggaran itu yang saat sekarang
digunakan sebagai langkah awal untuk memberikan bantuan dengan kapasitas yang
kita miliki. Dalam penyalurannya teman-teman di Malaysia dibantu oleh perwakilan
masyarakat yang ikut memfasilitasi pengiriman bantuan itu," jelas Faizasyah lagi.
Selain Faizasyah menyebut, dalam penyaluran paket bantuan turut menggandeng
aparat keamanan Malaysia.
"Dalam kondisi MCO tidak mudah melakukan distribusi sembako, dengan demikian
perlu kerjasama dengan aparat kepolisian dan militer. Termasuk, untuk
mengumpulkan sembako tersebut kita menghindari kesan adanya penumpukkan,"
tutupnya.
Sementara, jumlah WNI di Malaysia yang terdata di Kementerian Luar Negeri RI
saat ini mencapai sekitar 1,2 juta orang.
Page 136 of 179.

