Page 140 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 APRIL 2020
P. 140
Title POLRI DINILAI GAGAP MENYIKAPI KEDATANGAN TKA TIONGKOK KE BINTAN
Media Name jpnn.com
Pub. Date 01 April 2020
https://www.jpnn.com/news/polri-dinilai-gagap-menyikapi-kedatangan-tka -tiongkok-ke-
Page/URL
bintan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane menyoroti sikap Polri dalam
menghadapi kedatangan 39 tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok ke Bintang,
Kepulauan Riau. Menurut Neta, Polri seperti gagap dan kebingungan dalam
menyikapinya.
"Dengan Maklumat Kapolri jajaran kepolisian begitu gagah membubarkan pesta
perkawinan, arisan dan kegiatan massal lainnya di masyarakat. Tetapi ketika 39 TKA
Tiongkok datang ke Bintan Kepri pada 31 Maret kemarin, Polri tak berdaya
menghalaunya," ujar Neta dalam keterangannya, Rabu (1/4).
IPW menyebut Polri lebih berani kepada anak bangsa sendiri ketimbang kepada TKA
Tiongkok yang merupakan negara asal corona.
Neta menilai sikap gagap Polri ini tak terlepas dari sikap bingung Presiden Joko
Widodo (Jokowi). Sikap bingung ini terlihat saat Presiden memilih opsi Pembatasan
Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menangani virus corona.
Alasan Jokowi, tak semua negara sama dalam menangani Corona. Sehingga opsi
karantina wilayah dan lockdown tidak dipilih. Padahal, PSBB itu diambil Jokowi
setelah meralat kebijakan darurat sipil yang banyak dikritik publik. Sebab publik
berharap, Jokowi fokus dulu pada penerapan UU No 24/2007 tentang
Penanggulangan Bencana dan UU No 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,
yang hingga kini belum dijalankan pemerintah.
Neta menerangkan, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 21/2020 tentang PSBB
ada tujuh pasal yang secara umum menjelaskan Percepatan Penanganan Corona.
Pasal 1 misalnya, menjelaskan pembatasan kegiatan penduduk untuk mencegah
kemungkinan penyebaran virus Corona.
Anehnya PP PSBB ini tidak mengatur pergerakan orang asing ke Indonesia,
terutama kedatangan TKA asal Tiongkok. Sehingga PP PSBB ini terkesan
mendiskriminasi anak bangsanya sendiri dan mengistimewakan orang asing,
Page 139 of 179.

