Page 26 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 APRIL 2020
P. 26
Title PEKERJA MIGRAN YANG DIDEPORTASI HARUS PATUHI PROTOKOL KESEHATAN
Media Name merdeka.com
Pub. Date 01 April 2020
https://www.merdeka.com/peristiwa/pekerja-migran-yang-dideportasi-haru s-patuhi-
Page/URL
protokol-kesehatan.html
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Merdeka.com - Pemerintah Malaysia mendeportasi pekerja migran Indonesia (PMI)
saat mereka tengah menerapkan lockdown karena terpapar Covid-19. Lebih dari
3.000 PMI akhirnya terpaksa kembali ke Tanah Air.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Christina Aryani meminta
pemerintah menangani para pekerja migran tersebut dengan baik dengan tetap
mengedepankan prinsip perlindungan dan kemanusiaan. Ia juga mengingatkan
pemerintah untuk terus mengawasi jalur tikus.
"Pintu masuk baik bandara, pelabuhan, jalur-jalur perbatasan terutama jalur tikus
juga harus dipastikan memiliki sistem pengawasan yang baik," kata Aryani kepada
merdeka.com, Rabu (1/4).
Ia juga mengimbau kepada seluruh pekerja migran yang dideportasi untuk
mematuhi dan mengikuti seluruh protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah.
Terutama soal status Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan kewajiban menjalani
isolasi mandiri selama 14 hari.
"Kami berharap WNI yang pulang ke daerahnya untuk serius menjalankan protokol
isolasi mandiri dengan disiplin dan kesadaran tinggi," ujarnya.
1 dari 1 halaman Diminta Hubungi Faskes Imbauan yang sama juga disampaikan
kepada WNI yang lolos dari pengawasan karena keterbatasan petugas atau alasan
lain. Jika ada WNI yang pulang dari luar negeri mengalami gejala Covid-19, ia
meminta untuk segera mengakses fasilitas atau menghubungi petugas kesehatan
terdekat.
Aryani menekankan para petugas harus menerapkan ketentuan protokol kesehatan
di pos-pos kedatangan secara profesional tanpa diskriminasi.
"Kesadaran, tanggung jawab dan kedisiplinan masyarakat serta WNI yang kembali
ke Tanah Air untuk mematuhi anjuran Pemerintah menjadi hal krusial bagi kita
untuk keluar dari situasi yang sulit ini," pungkasnya. [eko].
Page 25 of 179.

