Page 30 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 APRIL 2020
P. 30
Title PEKANBARU RAPID TEST SERENTAK PADA KAMIS UNTUK TKI DARI MALAYSIA
Media Name antaranews.com
Pub. Date 01 April 2020
https://www.antaranews.com/berita/1394990/pekanbaru-rapid-test-serenta k-pada-
Page/URL
kamis-untuk-tki-dari-malaysia
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Yang positif akan ditindaklanjuti pengobatan di rumah sakit ataupun tempat yang
ditentukan Pekanbaru - Gubernur Riau Syamsuar menyatakan seluruh Tenaga Kerja
Indonesia (TKI) yang pulang akibat kebijakan karantina wilayah di Malaysia, akan
mendapat prioritas untuk dapat tes cepat atau "rapid test" virus Corona di 12
kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
"Saya minta dinas kesehatan tentang kesiapan rapid test sebanyak 448 orang orang
dalam pemantauan di Pekanbaru yang akan dilakukan rapid test serentak hari
Kamis," kata Syamsuar pada pernyataan pers di Pekanbaru, Rabu.
Ia meminta masyarakat Riau memaklumi jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP)
yang besar karena TKI yang datang dari Malaysia setiap hari bertambah. Selain itu,
semua warga Riau yang pulang dari perjalanan ke Pulau Jawa juga dikategorikan
ODP karena daerah seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta termasuk daerah
penularan COVID-19.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, pada Rabu pagi jumlah ODP sudah
mencapai 16.694 orang. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 115 orang.
"Mudah-mudahan bisa diketahui hasilnya tidak begitu lama, siang sudah tahu
berapa positif negatif. Yang positif akan ditindaklanjuti pengobatan di rumah sakit
ataupun tempat yang ditentukan sebagai tempat karantina," kata Syamsuar.
Sebelumnya, Riau mendapat kiriman bantuan rapid test dari Kementerian Kesehatan
pada akhir pekan lalu yang jumlahnya mencapai 6.800 unit. Alat tersebut sudah
didistribusikan ke dinas kesehatan di semua 12 kabupaten dan kota.
Namun, alat yang tersedia tidak mencukupi untuk seluruh ODP yang terus
bertambah. Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi
Sp.P (K), menambahkan tes cepat akan diprioritaskan untuk TKI saja. "Khusus
untuk TKI saja," ujarnya.
Ribuan TKI yang pulang memang langsung ditetapkan sebagai ODP karena Malaysia
termasuk negara penularan penyakit mematikan itu. Namun, ia mengatakan status
ODP bukan berarti TKI tersebut positif COVID-19.
Page 29 of 179.

