Page 44 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 APRIL 2020
P. 44

"Maka dari itu harus dipastikan pendistribusianya tepat sasaran bagi WNI/TKI yang
               betul-betul membutuhkan. Harus ada mekanisme distribusi yang benar sebab
               jumlah TKI/WNI di Malaysia jutaan dengan latar belakang yang berbeda. Apalagi
               Malaysia sampai saat ini masih melaksanakan kebijakan PKP/Lockdow," tutur Zainul.


               Sejauh ini, katanya, pihak KBRI di Kuala Lumpur mulai melakukan pendataan baru
               dengan sisitem online. WNI/TKI pun diarahkan mengisi formulir berisikan data diri,
               lokasi dan kebutuhannya.

               Akan tetapi kebijakan itu belum tersosialisasikan dengan maksimal karena hanya
               melalui media sosial.


               Perlu diketahui oleh pemerintah, banyak dari TKI di Malaysia tidak mengunakan
               medsos. Terlebih lagi mereka harus mengisi nomor Paspor/KTP.


               Sementara TKI yang tidak resmi tak memiliki dokumen tersebut. Belum lagi untuk
               mengisi formulir secara online memerlukan internet dan mereka kesulitan uang
               untuk membeli kuota.


               "Sementara kebijakan perwakilan KJRI belum kelihatan seperti apa pendataan dan
               teknisnya. Kita tahu TKI/WNI merata di Semananjung Malaysia, Sabah dan
               Serawak. Maka harus dipastikan ada kebijakan yang efektif," tandasnya.

















































                                                       Page 43 of 179.
   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49