Page 76 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 10 OKTOBER 2019
P. 76
"Kedua korban dievakuasi dalam kondisi selamat dan sadar, meski kemungkinan ada
bagian tubuh yang retak," ungkap anggota SAR DIY, Kurniawan Adi Wibowo ditemui
usai evakuasi.
Proses penyelamatan ini sempat menghadapi kendala karena kondisi tebing yang
riskan runtuh sehingga tim membutuhkan waktu cukup lama. Talud yang runtuh
setinggi 3 meter dan merupakan bangunan lama.
Dari keterangan pihak RSUD Sleman, fisik talud tersebut sudah berusia lebih dari
lima tahun. Proyek penguatan talud baru dikerjakan sekitar dua minggu silam.
Kontraktornya adalah CV Konstruksindo Kemala Putra dengan lama masa pekerjaan
90 hari.
Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo mengatakan, proyek ini akan tetap dilanjutkan
namun dengan catatan evaluasi. "Akan ada sedikit evaluasi supaya lebih berhati-
hati," katanya.
Untuk biaya perawatan, menurut Joko, saat ini sedang dikoordinasikan terkait
kepesertaan BPJS mengingat kedua korban baru sekitar dua hari bekerja. Jika
belum tercakup dalam BPJS, pihak RSUD akan menggunakan prinsip kemanusiaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta Ainul Kholid menerangkan, biaya
pengobatan korban akan ditanggung selama telah terdaftar menjadi peserta BPJS.
Sesuai aturan, meski berstatus kontrak semestinya pekerja didaftarkan dalam BPJS.
"Besaran biaya perawatan yang ditanggung tidak ada batasan, sampai korban
dinyatakan sembuh," katanya.
Jika ternyata para korban tidak terdaftar sebagai peserta asurani, maka
pembiayaannya menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.
Page 75 of 82.

