Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 102
Title DEMO OMNIBUS LAW, KSPSI MINTA BURUH JANGAN SALING SWEEPING
Media Name investor.id
Pub. Date 05 Maret 2020
https://investor.id/national/demo-omnibus-law-kspsi-minta-buruh-jangan -saling-
Page/URL
sweeping
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mengimbau buruh jangan
saling sweeping saat demo keberatan atas draf Rancangan Undang-Undang (RUU)
Omnibus Law Cipta Kerja.
Hal itu menyusul aksi unjuk rasa buruh menolak Omnibus Law Cipta Kerja di
Tangerang pada Selasa (4/3). Aksi tersebut disertai tindakan sweeping ke berbagai
perusahaan oleh aliansi buruh yang melakukan aksi.
"Sudah seharusnya seluruh buruh bersatu menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja.
Bukan malah saling serang dan sweeping," ucap Ketua Dewan Pimpinan Cabang
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang
Ahmad Supriadi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/3).
Dia menyampaikan, akibat aksi sweeping di Tangerang, beberapa buruh yang tidak
ikut aksi menjadi korban pemukulan dan perusahaan terhenti proses produksinya.
Salah satu yang menjadi korban adalah anggota dan juga brigade KSPSI Kabupaten
Tangerang, Erus Saleh. Sementara, puluhan buruh KSPSI mengalami luka-luka
ringan.
"Yang paling parah itu Erus Saleh bekerja di PT IKAD (Industri Keramik Angsa Daya)
di Kecamatan Pasar Kamis, Tangerang. Korban terpaksa dijahit di bagian mulut.
Sementara puluhan orang luka-luka ringan," katanya.
Ahmad menuturkan, pada saat itu ada aliansi buruh yang turun ke jalan menentang
RUU Omnibus Law Cipta kerja. Rencananya mereka akan ke kantor gubernur. Tapi,
yang terjadi malah melakukan aksi sweeping ke perusahaan-perusahaan.
Ahmad mengakui bukan tidak mendukung perjuangan menolak RUU Omnibus Law
Cipta Kerja. KSPSI secara nasional sudah melakukan aksi besar-besaran tanggal 12
Februari 2020 di Jakarta.
Aksi langsung dipimpin Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea yang malah berani
ambil risiko dengan jabatannya sebagai presiden komisaris di BUMN. Tapi, Andi
tetap berani memimpin aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja.
"Kami kerahkan lebih dari 10.000 anggota yang bertolak ke sana. Aksi kami damai
dan tertib tanpa adanya sweeping," ucapnya. Sumber : Investor Daily
Page 101 of 126.

