Page 97 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 97

Title          PRESIDEN-DPR DIMINTA KAJI SECARA KOMPREHENSIF IMPLIKASI OMNIBUS LAW
               Media Name     sindonews.com
               Pub. Date      05 Maret 2020
                              https://nasional.sindonews.com/read/1546918/12/presiden-dpr-diminta-ka ji-secara-
               Page/URL
                              komprehensif-implikasi-omnibus-law-1583402160
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative














               JAKARTA - Konstitusi dan Demokrasi (KODE) Inisiatif meminta Presiden Joko
               Widodo (Jokowi) dan DPR mengkaji secara komprehensif implikasi dari semua
               aturan yang dinormakan di dalam Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU)
               Cipta Kerja. Hal itu mengingat dampak pengaturan RUU Cipta Kerja bersifat luas
               dan sistemik.

               "Presiden dan DPR harus membuka pintu yang luas dan menyediakan ruang yang
               besar bagi para pihak yang terdampak langsung RUU Cipta Kerja serta
               mempertimbangkan setiap aspirasi secara adil dan berorientasi pada kepentingan
               publik, bukan kepentingan partisan atau golongan," ujar Koordinator Konstitusi dan
               Ketatanegaraan KODE Inisiatif, Viola Reininda di kantornya, Tebet, Jakarta Selatan,
               Kamis (5/3/2020).

               ( ) Selain itu, Presiden Jokowi dan DPR diminta untuk menjunjung tinggi nilai-nilai
               konstitusi dan memastikan konstitusionalitas materi muatan dalam RUU Cipta Kerja
               mengakomodasikan tafsiran-tafsiran konstitusional Mahkamah Konstitusi (MK).
               "Segala potensi pelanggaran ruh dan norma konstitusi tersebut harus menjadi
               perhatian serius bagi pemerintah," katanya.

               Sebab, lanjut dia, penyimpangan sebagian pasal RUU Cipta Kerja terhadap
               konstitusi tidak dapat diartikan sebagai penyimpangan secara parsial, melainkan
               penyimpangan sistemik. Hal tersebut mengingat pembacaan undang-undang,
               khususnya RUU Cipta Kerja harus dilakukan secara sistematis sebagai satu kesatuan
               bangunan, keberadaan satu aturan tidak dapat menegasikan keberadaan aturan
               lainnya, bukan hanya di sektor ekonomi dan investasi saja.

               "Tetapi dapat juga merambat ke bidang hukum, sosial lingkungan hidup, sumber
               daya alam, ketenagakerjaan, bahkan tatanan pemerintahan daerah," tandasnya.

               ( ) Dia menambahkan pengabaian pemerintah dan DPR terhadap nilai-nilai konstitusi
               juga dapat memberikan implikasi yang masif, yaitu menimbulkan kekacauan dalam
               keberlangsungan demokrasi konstitusional di bawah payung negara hukum dan
               berpotensi melanggar hak-hak konstitusional warga negara.(kri).




                                                       Page 96 of 126.
   92   93   94   95   96   97   98   99   100   101   102