Page 24 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 24

Title          BELANDA 5 TAHUN BUAT OMNIBUS LAW, LBH: PEMERINTAH UGAL-UGALAN
               Media Name     tempo.co
               Pub. Date      05 Maret 2020
                              https://nasional.tempo.co/read/1315594/belanda-5-tahun-buat-omnibus-la w-lbh-
               Page/URL
                              pemerintah-ugal-ugalan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative














               TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Arif Maulana
               mengkritik target pemerintah yang ingin membuat omnibus law Rancangan Undang-
               undang atau RUU Cipta Kerja dalam waktu cepat. Mengutip penuturan mantan
               hakim Mahkamah Konstitusi Maria Farida Indrati, Arif mengatakan Belanda saja
               memerlukan waktu lima tahun untuk membahas rancangan aturan sapu jagat
               semacam itu.

               "Beliau (Maria) mengatakan, Belanda mau buat UU omnibus law nyusunnya saja
               sampai lima tahun, transisinya sampai tiga tahun," kata Arif dalam diskusi 'Desas
               Desus Omnibus' di Grand Cemara Hotel, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2020.

               Sedangkan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam sejumlah kesempatan
               menginginkan omnibus law RUU Cipta Kerja rampung dalam waktu 100 hari. Saat
               ini, rancangan aturan sapu jagat itu banyak dikritik lantaran dinilai akan merugikan
               buruh dan lingkungan.

               Arif mengatakan RUU Cipta Kerja ini cacat dari sisi proses penyusunan dan
               substansi. Dalam penyusunan, pemerintah tak transparan dan tidak melibatkan
               publik.

               Padahal Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan
               Perundang-undangan (diubah menjadi UU Nomor 15 Tahun 2019) mengatur bahwa
               penyusunan peraturan perundangan-undangan harus transparan dan akuntabel.

               "Ini ugal-ugalan, memang praktik pembentukan peraturan perundang-undangan
               yang menyimpang menurut saya," kata Arif.

               Arif pun menganggap proses pembentukan omnibus law sebenarnya tak memiliki
               legitimasi hukum di Indonesia. Menurut dia, dasar mengubah sejumlah UU melalui
               omnibus law ini pun bisa dipersoalkan.

               Ia juga menyoroti sikap pemerintah yang melibatkan Badan Intelijen Negara,
               Kepolisian Republik Indonesia, dan Kejaksaan Agung untuk berdialog dengan




                                                       Page 23 of 126.
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29