Page 64 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 JANUARI 2020
P. 64

Title          OMNIBUS LAW 'CILAKA', KADIN: DPR HARUS BERPIKIR NEGARAWAN
               Media Name     gatra.com
               Pub. Date      29 Januari 2020
                              https://www.gatra.com/detail/news/467375/ekonomi/omnibus-law-cilaka-ka din-dpr-
               Page/URL
                              harus-berpikir-negarawan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               Jakarta, Presiden Joko Widodo menargetkan bakal memberikan Surat Presiden
               (Surpres) kepada DPR RI yang berisi Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta
               Lapangan Kerja (yang sering disingkat Cilaka oleh para buruh) pada minggu ini.
               Menanggapi hal itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta kepada
               DPR agar membahas RUU tersebut dengan sungguh-sungguh.

               Artinya, anggota DPR diharuskan untuk berpikir sebagai negarawan, sehingga tidak
               meninggalkan eksklusifitas dalam melakukan pembahasan Undang-undang sapu
               jagad tersebut.

               "Yang kita harapkan, DPR berpikir sebagai negarawan. Jadi jangan hanya
               mengutamakan popularitas saja. Jadi bisa tahu, apa sih yang dibutuhkan Bangsa
               Indonesia saat ini?" kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang
               Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J. Supit, saat ditemui usai acara
               Bedah Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, di Jakarta, Rabu (29/1).

               Anton menjelaskan, Omnibus Law Cilaka ini dibuat untuk para pelaku usaha baru.
               Yaitu agar nantinya para pelaku usaha itu bisa lebih tertarik untuk berinvestasi di
               negeri sendiri, ketimbang berinvestasi di negeri orang.

               Sementara itu, yang Anton lihat selama ini, perizinan untuk berusaha sangat sulit.
               Hal itu lah yang membuat para pelaku usaha lebih memilih untuk berinvestasi di luar
               negeri, utamanya di negara dengan tingkat kemudahan berbisnis tinggi.

               "Ini bukan untuk yang eksisting. Ini diutamakan, prioritas untuk investor yang baru.
               Karena investor baru ini yang merasa competitiveness Indonesia sudah nggak
               menarik. Jadi dia lebih cenderung ke Vietnam, Malaysia bahkan," jelas dia.






















                                                       Page 63 of 87.
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69