Page 60 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 JANUARI 2020
P. 60

Title          ISTANA KLAIM AKOMODIR KRITIK BURUH SOAL OMNIBUS LAW LAPANGAN KERJA
               Media Name     tirto.id
               Pub. Date      29 Januari 2020
               Page/URL       https://tirto.id/istana-klaim-akomodir-kritik-buruh-soal-omnibus-law-l apangan-kerja-evE1
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               Kritik dari berbagai elemen akan dipertimbangkan dalam RUU Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengklaim akan
               mengakomodir masukan dari berbagai kalangan terkait RUU Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja. Menurut dia, semua kritik akan diakomodir mulai dari buruh dan
               pengusaha, apalagi pembahasan dilakukan secara terbuka di DPR.

               "Kritik itu sekarang sudah diterima baik dari buruh, dari pengusaha. Semua kan ada.
               Semuanya masuk dan kritik nanti yang paling utama pas di DPR. DPR kan mewakili
               semua parpol, mewakili semua pihak nanti masyarakat bisa masuk ke sana. Artinya
               nanti pembahasan pembahasan di DPR," ungkap Fadjroel, Rabu (29/1/2020).

               Fadjroel optimistis legislatif dan eksekutif akan menyelesaikan undang-undang
               Omnibus Law sesuai target.

               Pemerintah Indonesia telah merancang empat RUU Omnibus Law yakni terkait
               lapangan kerja, perpajakan, dan ibu kota negara, dan kefarmasian.

               Presiden Jokowi menyebut baru menandatangani satu surat presiden (surpres) pada
               RUU Omnibus Law Perpajakan. Surpres ini menandakan, pembahasan RUU usulan
               pemerintah telah selesai, sehingga segera akan diserahkan ke DPR RI untuk
               dibahas. Menurut Fadjroel, sebelum supres diterbitkan, pemerintah kini tengah
               meminta tanda tangan dari semua kementerian terkait tentang pembahasan
               Omnibus Law.

               "Target kami mengenai masuknya surpres itu bergantung dengan kementerian,
               tetapi kami menargetkan sebelum lebaran, keempat-empatnya sudah selesai dan
               kita terima," imbuh Fadjroel Rachman.

               Omnibus Law akan merevisi 1.244 pasal pada 79 undang-undang yang mencakup
               11 klaster mencakup penyederhanaan perizinan; persyaratan investasi;
               ketenagakerjaan, kemudahan, pemberdayaan dan perlindungan UMKM; kemudahan
               berusaha; dukungan riset dan inovasi; administrasi pemerintahan; pengenaan
               sanksi; pengadaan lahan; investasi dan proyek pemerintah; kawasan ekonomi, baik
               itu kawasan industri.


               (tirto.id - Politik ) Reporter: Andrian Pratama Taher Penulis: Andrian Pratama Taher
               Editor: Zakki Amali





                                                       Page 59 of 87.
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65