Page 7 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2020
P. 7

Title          KSPI SEBUT DRAF OMNIBUS LAW RUU CIPTAKER LIBERAL DAN BRUTAL
               Media Name     sindonews.com
               Pub. Date      04 Maret 2020
                              https://nasional.sindonews.com/read/1545076/15/kspi-sebut-draf-omnibus -law-ruu-
               Page/URL
                              ciptaker-liberal-dan-brutal-1583258276
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai draf omnibus law Rancangan
               Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) sangat liberal dan brutal.

               "KSPI sudah membaca draf RUU Omnibus Law. Setelah membaca dan menganalisa
               ternyata RUU ini sangat liberal, sangat neolib dan bahkan brutal, meniadakan
               perlundungan dan mereduksi para buruh di Indonesia," ujar Wakil Ketua KSPI Iswan
               Abdullah dalam diskusi Forum Legislasi bertema "Kesiapan DPR Bahas Omnibus Law
               RUU Ciptaker" di Media Center MPR/DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks
               Parlemen, Senayan, Selasa (3/3/2020).

               Menurutnya, sedikitnya ada tiga hal yang dilanggar oleh RUU Ciptaker dalam
               gerakan buruh seluruh di dunia termasuk Indonesia. Pertama, melanggar job
               security atau jaminan pekerjaan. RUU ini dinilai meniadakan jaminan dan
               perlindungan terhadap setiap warga negara terhadap pekerjaan dan penghidupan
               yang layak. Hal itu ditandai dengan penggunaan pekerja asing dan outsourcing.

               "Kalau di UU 13 Tahun 2003, outsourcing hanya jenis-jenis pekerjaan tertentu,
               sekarang dibuka seluas-luasnya. Artinya apa? Perusahaan di daya bebas untuk
               mempekerjaan para pekerja bahkan memperdagangkan para buruh di Tanah Air
               kita," tuturnya.

               Kemudian penggunaan tenaga kerja waktu tertentu (PKWT) yang dibuka seluas-
               luasnya, sementara dalam UU Nomor 13 Tqhun 2003, disebutkan pekerjaan dengan
               sistem kerja waktu tertentu hanya pekerjaan yang sifatnya sementara paling lama
               diselesaikan dalam waktu 3 tahun. "Sementara RUU (Ciptaker) memberikan luas
               seluas-luasnya kepada para pekerja Indonesia, bahkan memberikan kesempatan
               pada pekerjaan untuk status kontrak sampai mati, begitu juga outsourcing sampai
               mati juga," urainya.

               Kedua, RUU ini dinilai mereduksi, bahkan meniadakan income security atau jaminan
               pendapatan yang layak. Hal ini ditandai dengan undang-undang ini meniadakan
               upah minimum. "Betul dalam RUU ini dikatakan ada upah minimum provinsi, tetapi
               kenyataannya penetapan Upah Minimum Provinsi hanya dianut oleh DKI Jakarta
               sama Yogya, sementara seluruh wilayah Indonesia menggunakan upah minimum




                                                       Page 6 of 112.
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12