Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 124

sumber daya alam dan jaminan hak warga negara. Keduanya, harus selaras agar
               hasil yang didapat juga optimal.


               Karena itu, Willy mengajak semua pihak yang berkepentingan terhadap Omnibus
               Law RUU Cipta Kerja mempersiapkan catatan kritis dan masukannya. Dengan
               adanya catatan kritis dan masukan dari berbagai kalangan ini nantinya dapat
               menghasilkan produk UU yang paripurna.


               "Semuanya boleh menyiapkan catatan kritis dan masukannya!"

               Diperbaiki saat pembahasan

               Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan M. Mahfud MD
               memastikan kekeliruan substansi atau frasa dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja
               akan diperbaiki dalam pembahasan bersama DPR. Dia mengatakan untuk
               memperbaiki substansi di RUU itu, pemerintah tidak akan menyampaikan
               keterangan resmi ke DPR. Proses perbaikan naskah RUU tersebut, ujar dia, cukup
               dilakukan oleh pemerintah dan DPR saat pembahasan di gedung parlemen.


               "DPR bisa mengubahnya, rakyat bisa mengubahnya, mengusulkannya. Namanya
               juga RUU yang demokratis itu masih bisa diperbaiki selama masa pembahasan dan
               sekarang sudah dimulai proses penilaian masyarakat. Silahkan saja dibuka," ujar
               Mahfud di Istana Kepresidenan, Jakarta seperti dikutip dari Antara.

               Mahfud mengakui terdapat kekeliruan dalam penyusunan naskah di Pasal 170 RUU
               Cipta Kerja yang menyatakan Peraturan Pemerintah (PP) dapat digunakan untuk
               mengubah Undang-Undang (UU).

               "Ya salah ketik sebenarnya. Artinya keliru, sudah disepakati kalau kembali ke dasar
               teori ilmu perundang-undangan. Bahwa yang bisa mengubah UU itu hanya UU.
               Kalau PP itu hanya bisa mengatur lebih lanjut, itu prinsipnya," terang dia.

               Menurut Mahfud, proses verifikasi substansi RUU ini sudah dilakukan lintas
               kementerian sebelum diserahkan ke DPR. Namun, dia mengakui ada kekeliruan oleh
               pihak kementerian tertentu, sehingga terjadi apa yang dia sebut "salah ketik".

               "Ya gate-nya di perekonomian itu, cuma satu terakhir ada perbaikan ada keliru itu.
               Itu saja. Kan itu tidak apa-apa sudah biasa, kekeliruan itu. Itu sebabnya rakyat
               diberi kesempatan untuk memantau DPR," ujar Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi
               ini. (ANT)


















                                                      Page 123 of 124.
   119   120   121   122   123   124   125