Page 176 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 176

Title          SOSIOLOG: JANGAN SAMPAI COVID-19 MUNCULKAN MUSIBAH KELAPARAN
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      23 April 2020
                              https://republika.co.id/berita/q989ei428/sosiolog-jangan-sampai-covid1 9-munculkan-
               Page/URL
                              musibah-kelaparan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive













               Sosiolog Universitas Indonesai (UI) Imam B Prasodjo meminta jangan sampai
               masyarakat menghindari corona tetapi ada musibah baru lainnya, yaitu kelaparan.
               Karena itu, ia meminta masyarakat Indonesia bergotong-royong membantu
               kelompok yang terdampak penularan virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) dari sisi
               ekonomi.

               "Kita pasti tidak rela kalau di negeri ini ada saudara kita karena ingin menghindari
               dari virus tetapi terancam mengalami kelaparan itu," katanya saat video conference
               akun youtube saluran Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kamis (23/4).

               Ia berharap solidaritas itu benar-benar diterapkan. Misalnya, Imam menjelaksan,
               perlu ada solidaritas untuk kelompok orang yang terhenti nafkahnya karena
               penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menghindari Covid-19.

               Pesan untuk solid membantu masyarakat terdampak tersebut bisa disampaikan
               dengan pesan kreatif yang disampaikan di media sosial. "Kelompok anak muda bisa
               memberikan imbauan pesan itu, kalau hal itu terus dilanjutkan dengan kreativitas
               (di media sosial) maka aksi itu sangat membantu," ujarnya.

               Sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam laman resmi
               Kementerian Ketenagakerjaan menjelaskan, data per 20 April mencatat 1,30 juta
               pekerja formal yang dirumahkan. Angka tersebut, berasal dari 43,6 ribu perusahaan.
               Sedangkan PHK, dilakukan terhadap 241,4 ribu orang yang bekerja di 41,2 ribu
               perusahaan.


               Sementara di sektor informal, tercatat 538,3 ribu pekerja pada 31,4 ribu perusahaan
               kehilangan sumber rezeki atau mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK). PHK
               dan merumahkan, dua istilah berbeda dalam ketenagakerjaan. Merumahkan, artinya
               meniadakan pekerjaan kepada para pekerja yang diputuskan oleh perusahaan
               dalam waktu tertentu.












                                                      Page 175 of 250.
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181