Page 198 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 198

Title          MENAKER: KALAU BISNIS SUDAH MENGELIAT, PANGGIL KEMBALI YANG KENA PHK
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      23 April 2020
                              https://nasional.kontan.co.id/news/menaker-kalau-bisnis-sudah-mengelia t-panggil-
               Page/URL
                              kembali-yang-kena-phk
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive















               Reporter:  Handoyo  | Editor:  Handoyo .


               JAKARTA  . Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah kembali mewanti-
               wanti dunia usaha agar keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi
               pilihan terakhir dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19.

               "PHK itu langkah pamungkas, langkah terpaksa ketika langkah lain tak mungkin lagi.
               Tapi kalau masih mungkin meniadakan lembur, mengurangi shift dan jam kerja,
               merumahkan bergilir dengan separo gaji, ya dicoba dululah langkah itu," ujar
               Menaker dalam siaran persnya, Rabu (22/4).

               Ida Fauziyah mengimbau agar pengusaha nantinya mengajak kembali
               pekerja/buruh yang di-PHK dan dirumahkan akibat Covid ini. "Jangan lupa, kalau
               bisnis sudah jalan lagi, sudah ada rejeki, anak-anak yang di PHK harus jadi prioritas
               dipanggil lagi. Kan sudah saling kenal. Tidak usah men-training lagi. Sudah seperti
               keluarga saja selama ini, " sambung Ida.


               "Ekonomi kita upayakan tetap berputar. Maka Proyek Strategis Nasional (PSN) harus
               tetap jalan. Karena industri industri itu terkait dengan hajat hidup orang banyak.
               Namun tentu beroperasinya sesuai protokol Covid di tempat kerja. Kami tetap awasi
               standar K3-nya dengan ketat sekali. Salus populi suprema lex esto (keselamatan
               rakyat adalah hukum tertinggi). Ini saya ingatkan lagi, ya, " lanjutnya.

               Menaker Ida mengungkapkan data terbaru Kemnaker per-21 April, jumlah pekerja
               total ada 2.084.593 pekerja dari sektor formal dan informal dari 116.370
               perusahaan yang terdampak Covid-19," ujar Menaker.

               Rinciannya jumlah perusahaan dan pekerja formal yang dirumahkan adalah
               1.304.777 dari 43.690 perusahaan. Sedangkan yang di-PHK adalah dari 41.236
               perusahaan dengan jumlah pekerja sebanyak 241.431 orang. "Sektor informal juga
               terpukul karena kehilangan 538.385 pekerja dari 31.444 perusahaan atau UMKM,"
               terang Menaker..







                                                      Page 197 of 250.
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203