Page 193 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 193

Title          GERINDRA SETUJU PEMBAHASAN KLASTER KETENAGAKERJAAN DI OMNIBUS LAW DITUNDA
               Media Name     jpnn.com
               Pub. Date      23 April 2020
                              https://www.jpnn.com/news/gerindra-setuju-pembahasan-klaster-ketenagak erjaan-di-
               Page/URL
                              omnibus-law-ditunda
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive
















               JAKARTA  - Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas, pada
               prinsipnya setuju dengan permintaan buruh supaya klaster ketenagakerjaan di
               omnibus law RUU Cipta Kerja, ditunda dahulu pembahasannya.

               Namun untuk penghentian pembahasan RUU Cipta Kerja secara keseluruhan,
               katanya, itu tergantung kepada sikap pemerintah.


               "Kalau penghentian pembahasan (RUU) tergantung sikap pemerintah. Pada
               prinsipnya kami setuju penundaan pembahasan klaster tenaga kerja sampai situasi
               memungkinkan," ucap Supratman di Jakarta, Kamis (23/4).

               Penundaan pembahasan klaster ketenagakerjaan itu menurutnya sesuai dengan
               sikap fraksinya Gerindra, sebagaimana telah disampaikan Kapoksi Heri Gunawan
               pada rapat sebelumnya bahwa masalah tenaga kerja dibahas belakangan.

               Selain itu, sejumlah serikat pekerja menolak pembahasan saat ini, dan
               menginginkan ada waktu lebih panjang dalam rangka memberi masukan.

               "Tapi bagi kami kalau klaster yang lain, terutama yang bermanfaat dan tidak
               menimbulkan pro kontra di masyarakat, menurut saya tetap saja dilanjutkan. Kluster
               tenaga kerja saya setuju untuk ditunda pembahasanya sampai situasi
               memungkinkan," tambahnya..























                                                      Page 192 of 250.
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198