Page 189 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 189
Title UGM: KARTU PRAKERJA ITU JPS EKSKLUSIF
Media Name gatra.com
Pub. Date 23 April 2020
https://www.gatra.com/detail/news/476615/ekonomi/ugm-kartu-prakerja-it u-jps-
Page/URL
eksklusif
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Yogyakarta, Peneliti Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Gadjah Mada, Daerah Istimewa Yogyakarta, menilai program
kartu prakerja layaknya jaring pengaman sosial yang eksklusif. Tak semua warga
terdampak kondisi Covid-19 di daerah bisa mengakses program dan memperoleh
kartu prakerja.
Melalui konferensi pers secara online bertajuk, "Kartu Pekerja: Siapa yang Dapat?",
Kamis (23/4), Manajer Riset CfDS Treviliana Eka Putri memaparkan terdapat dua
kekurangan dalam program kartu prakerja.
Menurutnya, kekurangan pertama adalah kelas-kelas pelatihan belum terstandar.
Kedua, akses dan infrastruktur internet yang tidak merata.
Putri melansir, dalam program kartu prakerja, pemerintah menawarkan 742 kelas
atau program, 165 kursus terbuka, dan menggandeng 10 platform. Dari semua itu,
kelas teknologi dan software, pemasaran, serta pengembangan diri menjadi tiga
kelas paling diminati.
Tarif setiap kelas bervariasi, mulai yang termurah Rp29.000, Rp200.000, sampai
Rp3,5 juta sekali sesi. Menurut Putri, harga kelas ini belum memiliki standar dan
ketentuan pembayarannya.
Menurut Putri, di era digital, kelas keterampilan dan wirausaha amat menarik dan
penting untuk membangun angkatan kerja melek digital. Namun ia
mempertanyakan perbedaan harga tiap kelas oleh berbagai platform, kendati isinya
hampir sama.
Menurut Putri, sebenaranya materi kelas-kelas itu bisa didapatkan gratis di Youtube
dan media lain. Untuk itu, pemerintah lebih baik membeli materi tersebut dan
dibuka gratis untuk penerima kartu prakerja.
Terbatasnya infratruktur dan akses internet antar-daerah juga dinilai menjadi dasar
program kartu prakerja layak disebut jaring pengaman sosial yang ekslusif. Dengan
pengguna internet 176,4 juta, pulau Jawa memiliki jumlah pengguna terbanyak,
yakni sebesar 56 persen.
Page 188 of 250.

