Page 186 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 APRIL 2020
P. 186

Title          JANGAN DI-PHK, MENAKER MINTA PENGUSAHA KEMBALI PEKERJAKAN KARYAWAN USAI
                              PANDEMI COVID-19
               Media Name     harianjogja.com
               Pub. Date      23 April 2020
                              https://news.harianjogja.com/read/2020/04/23/500/1037492/jangan-di-phk -menaker-
               Page/URL
                              minta-pengusaha-kembali-pekerjakan-karyawan-usai-pandemi-covi d-19
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah meminta kepada pengusaha agar
               tidak terjadi PHK dalam upaya mengatasi dampak pandemi Covid-19.

               Pemutusan hubungan kerja (PHK) adalah langkah pamungkas, langkah terpaksa
               ketika langkah lain tak mungkin lagi. Cara yang bisa dilakukan, mungkin dengan
               meniadakan lembur, mengurangi shift dan jam kerja, merumahkan bergilir dengan
               separuh gaji.

               "PHK itu langkah pamungkas, langkah terpaksa ketika langkah lain tak mungkin lagi.
               Mungkin meniadakan lembur, mengurangi shift dan jam kerja, merumahkan bergilir
               dengan separuh gaji, ya dicoba dululah langkah itu," demikian ujarnya.


               Ida mengimbau agar pengusaha nantinya mengajak kembali pekerja/buruh yang di-
               PHK dan dirumahkan akibat Covid-19.

               "Jangan lupa, kalau bisnis sudah jalan lagi, sudah ada rezeki, anak-anak yang di-
               PHK harus jadi prioritas dipanggil lagi. Kan sudah saling kenal. Tidak usah men-
               training lagi. Sudah seperti keluarga saja selama ini," sambung Ida, dalam
               keterangan tertulisnya, Jakarta Rabu (22/4/2020).


               "Ekonomi kita upayakan tetap berputar. Maka Proyek Strategis Nasional (PSN) harus
               tetap jalan, karena industri industri itu terkait dengan hajat hidup orang banyak.
               Namun tentu beroperasinya sesuai protokol Covid-19 di tempat kerja. Kami tetap
               awasi standar K3 (keamanan, kesehatan, dan keselamatan kerja)-nya dengan ketat
               sekali. Salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi).
               Ini saya ingatkan lagi, ya, " lanjutnya.

               Ida mengungkapkan data terbaru Kemnaker per-21 April, jumlah pekerja total ada
               2.084.593 pekerja dari sektor formal dan informal dari 116.370 perusahaan yang
               terdampak Covid-19.

               Jumlah perusahaan dan pekerja formal yang dirumahkan adalah 1.304.777 dari
               43.690 perusahaan, sedangkan yang di-PHK adalah dari 41.236 perusahaan dengan
               jumlah pekerja sebanyak 241.431 orang.

               "Sektor informal juga terpukul karena kehilangan 538.385 pekerja dari 31.444
               perusahaan atau UMKM," tutup Menaker.



                                                      Page 185 of 250.
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191