Page 169 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 169

positive - I Wayan Madra (Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Kami harap
              ada kebijakan Gubernur, naik sedikit dari ketentuan


              Ringkasan

              Pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan telah menyampaikan pernyataan bahwa
              rata-rata upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 naik sebesar 1,09 persen. Naik tipis lantaran
              melihat  kondisi  perekonomian  di  tengah  pandemi  Covid-19  yang  masih  tumbuh  lambat.
              Perhitungan UMP tersebut juga berdasarkan formula dalam PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang
              Pengupahan.



              UMP 2022 NAIK HANYA 1,09 PERSEN, INI KATA SERIKAT PEKERJA BALI

              DENPASAR,  Pemerintah  pusat  melalui  Kementerian  Ketenagakerjaan  telah  menyampaikan
              pernyataan bahwa rata-rata upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 naik sebesar 1,09 persen.
              Naik  tipis  lantaran  melihat  kondisi  perekonomian  di  tengah  pandemi  Covid-19  yang  masih
              tumbuh lambat. Perhitungan UMP tersebut juga berdasarkan formula dalam PP Nomor 36 Tahun
              2021 tentang Pengupahan.

              Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), I
              Wayan  Madra  mengatakan,  sebenarnya  dari  serikat  pekerja  tidak  menerima  penetapan  UMP
              sekian.  Ia  pun  tidak  menutup  kemungkinan  barangkali  serikat  pekerja  di  seluruh  Indonesia
              merasa demikian.

              "Tapi apa boleh buat karena memang sudah aturan (PP Nomor 36 Tahun 2021), itulah angka
              yang kita dapatkan. Saya kontak teman-teman, bahkan ada yang tidak mau menandatangani
              (persetujuan UMP)," katanya saat dihubungi Rabu (17/11).

              Namun, ia menambahkan, seluruh serikat pekerja di Bali bersedia untuk menandatangi surat
              keputusan (SK) penetapan UMP 2022. Sebab, kebanyakan pekerja paham bahwa pertumbuhan
              ekomoni di Bali minus karena pandemi Covid-19. Selain itu, industri di Bali mayoritas dari sektor
              pariwisata.  Sedangkan  di  wilayah  lain  (di  luar  Bali),  ia  mencontohkan  di  Bangka  Belitung,
              bukanlah pariwisata, melainkan seperti pabrik, pertambangan, dan lain sebagainya, sehingga
              masih ada pertumbuhan ekonomi.
              Di Bali sendiri, untuk UMP tahun 2021 senilai Rp 2.494.000. Sementara untuk informasi UMP
              tahun 2022, Madra tak bisa menyebutkan besaran UMP yang ditandatangani. "Saya kebetulan
              tidak hadir, tapi saya dapat informasinya. Saya kira berubah sekitar Rp 20 ribu, itu informasi dari
              rekan saya," ungkap dia.
              Namun,  besaran  yang  diumumkan  Kementerian  Ketenagakerjaan  tersebut  tidak  mutlak,
              melainkan rata-rata di setiap provinsi. Yang mana, bisa jadi di setiap provinsi ada yang lebih
              besar atau sebaliknya, tergantung pertimbangan setiap Gubernur setempat. UMP ini nantinya
              ditetapkan  Gubernur  paling  lambat  pada  20  November,  dan  untuk  upah  minimum
              kabupaten/kota (UMK) paling lambat pada 30 November.

              "Iya (tergantung pertimbangan Gubernur), Gubernur sebenarnya bisa saja membuat kebijakan
              untuk pengupahan. Di daerah lain juga begitu, kadang-kadang dewan pengupahan menentukan
              A, Gubernur bisa menentukan A+ sekian," jelasnya.





                                                           168
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174