Page 172 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 172

TOLAK UMK KARIMUN 2022, FSPMI PERSOALKAN DASAR ATURAN BAHAS UPAH

              Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2022, untuk Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan
              Riau tak sampai 1 persen. UMK di Karimun hanya naik sebesar 0,38 persen atau senilai Rp 12.863
              menjadi Rp 3.348.765. Pada tahun lalu, UMK yang berlaku di Karimun sebesar Rp 3.335.902.

              Angka UMK tahun 2022 tersebut telah disepakati oleh Anggota Dewan Pengupahan Kabupaten
              Karimun dan perwakilan pengusaha.

              "Sudah  kita  rapatkan  di  Dewan  Pengupahan.  UMK  tahun  2022  sebesar  Rp  3.348.765.  Ada
              kenaikan sebesar Rp 12.863," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karimun, Ruffindi,
              Rabu (17/11/2021).

              Penetapan besaran UMK ini mengacu kepada PP Nomor 36 Tahun 2021 pasal 26 dan pasal 34,
              dimana  penghitungan  Upah  Minimum  Tahun  2022  menggunakan  formula  penyesuaian  Upah
              Minimum dan berlaku terhitung mulai tanggal 1 Januari 2022.

              "Jadi berbeda dengan sebelumnya. Kita tinggal masukan data yang kita dapatkan. Rumusnya
              sudah ada. Itu data yang dirilis oleh BPS, termasuk besaran inflasi," jelasnya.

              Selanjutnya hasil dari rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Karimun akan diserahkan ke Bupati
              Karimun,  Aunur  Rafiq  untik  direkomendasikan  ke  Gubernur  Kepulauan  Riau  (Kepri),  Ansar
              Ahmad.

              "Menurut aturannya paling lambat UMK kita serahkan tanggal 30 November. Kalau untuk UMP
              (Upah Minimum Provinsi) tanggal 21 November. Tapi ada ada surat dari Gubernur minta UMK
              sudah diserahkan tanggal 23 November. Jadi kita akan serahkan secepatnya," papar Ruffindi.

              Sementara perwakilan serikat pekerja menolak penggunaan formula sesuai PP Nomor 36 Tahun
              2021.

              Alasannya  dikarenakan PP terbaru  itu  masih  dalam  proses  judicial  review  atau  uji  materil di
              Mahkamah Konstitusi dan tetap mengusulkan untuk menggunakan PP Nomor 78 Tahun 2015.

              Sementara  Federasi  Serikat  Pekerja  Metal  Indonesia  (FSPMI)  telah  menyatakan  untuk  tidak
              mengikuti  rapat  dan  tidak  bertanggung  jawab  atas  seluruh  pembahasan  dan  keputusan
              Penetapan Upah Minimum Kabupaten Karimun Tahun 2022.
              "Iya,  jadi kami tidak  hadir  sejak  dari  awal pembahasan.  Kami juga telah  mengirimkan  surat
              tanggapan untuk tidak hadir di rapat UMK 2022," kata Muhammad Fajar selaku Ketua SPAI-
              FSPMI Kabupaten Karimun.

              Menurut  Fajar,  besaran  UMK  yang  ditetapkan  tersebut  tidak  sebanding  dengan  kenaikan
              kebutuhan pokok masyarakat saat ini.

              "Naiknya Rp 12.863. Ini tidak sebanding dengan kenaikan sembako dan lainnya. Seperti naiknya
              BBM, kenaikan elektronik 35-40%, minyak goreng naik 21%, telur naik 30% ataupun kenaikan
              lainnya," ujar Fajar.












                                                           171
   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177