Page 316 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 316

MENAKER: PENETAPAN UMP SEMUA PROVINSI PALING LAMBAT 21 NOVEMBER

              nusakini.com  -  Jakarta  -  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  meminta  para
              gubernur untuk menetapkan upah minimum provinsi (UMP) paling lambat tanggal 21 November
              2021. Penetapan ini harus sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun
              2021 tentang Pengupahan yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor
              11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              “Gubernur harus menetapkan UMP paling lambat tanggal 21 November tahun 2021, dan karena
              tanggal 21 November merupakan hari libur nasional maka penetapannya dilakukan paling lambat
              satu hari sebelumnya, yaitu tanggal 20 November,” ujar Menaker, dalam keterangan pers, di
              Jakarta, kemari.

              Kemudian  penetapan  upah  minimum  kabupaten  (UMK)  dilakukan  paling  lambat  tanggal  30
              November 2021 dan dilakukan setelah penetapan UMP. Ida menambahkan, ketentuan batas
              waktu penetapan ini telah ditegaskan kembali dalam Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri
              (Mendagri) Nomor 561/6393/SJ perihal penetapan upah minimun tahun 2022, yang disampaikan
              kepada seluruh gubernur.

              Lebih lanjut Menaker menegaskan, penetapan upah minimum (UM) tahun 2022, berdasarkan UU
              Cipta  Kerja  dan  aturan  turunannya  PP  36/2021  bertujuan  untuk  memberikan  perlindungan
              kepada pekerja/buruh agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah akibat posisi tawar mereka
              yang lemah dalam pasar kerja.

              “Kebijakan upah minimun ditujukan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan serta
              tentu saja untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengupahan yang adil dan
              berdaya saing,” ujarnya.

              Ida menjelaskan, UM adalah upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku bagi
              pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun pada perusahaan yang bersangkutan.
              “Semangat dari formula upah minimum ini, berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021, adalah untuk
              mengurangi  kesenjangan  upah  minimum  sehingga  terwujud  keadilan  upah  antarwilayah.
              Keadilan  antarwilayah  ini,  sekali  lagi,  dicapai  melalui  pendekatan  rata-rata  konsumsi  rumah
              tangga di masing-masing wilayah,” terangnya.
              Lebih  lanjut  Menaker  menjelaskan,  UM  berdasarkan  PP  Nomor  36  Tahun  2021  hanya
              berdasarkan wilayah, yaitu UMP dan UMK, tidak ada lagi penetapan UM berdasarkan sektor atau
              UMS.

              Namun UMS yang telah ditetapkan sebelum 2 November 2020 tetap berlaku hingga UMS tersebut
              berakhir atau UMP/UMK di wilayah tersebut telah lebih tinggi. “Dengan demikian, UMS tetap
              berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha,” tegasnya.(rls)

















                                                           315
   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321