Page 318 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 318

PEKERJA KEJAR UMK LAYAK DI MASA PANDEMI | EKONOMI

              Serikat pekerja Kabupaten Karanganyar menolak penentuan upah minimum kabupaten (UMK)
              tahun 2022 menggunakan PP No 36 tahun 2021 tentang Pengupahan. Variabel di dalamnya
              dinilai tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

              "PP  itu  tidak  bisa  menyesuaikan  kondisi  di  lapangan.  Apalagi  di  masa  pandemi,  masih  ada
              kebutuhan pokok yang tidak terangkut skemanya. Seperti pembelian masker, hand sanitizer,
              sabun  hingga  beli  kuota  belajar  daring  bagi  anak  sekolah,"  kata  Ketua  DPC  Serikat  Pekerja
              Nasional (SPN) Karanganyar, Sabat Bambang Ismanto kepada Gatra.com, Rabu (17/11).

              Dalam aturan baru, pemerintah menggunakan sejumlah variabel baru seperti, paritas daya beli,
              tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah, dan anggota rumah tangga (ART) yang
              bekerja.  Selain  itu,  skema  baru  membuka  opsi  penggunaan  satu  variabel  saja  antara
              pertumbuhan ekonomi atau inflasi.

              Selain menolak PP no 36 tahun 2021 dijadikan landasan pengupahan tahun 22, serikat pekerja
              juga tak sepakat seluruh regulasi turunan UU no 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              "Omnibus  Law  masih  dalam  sengketa  di  MK.  Pemerintah  seharusnya  mengabaikan  dulu
              penggunaannya di penentuan upah," katanya.

              Sekretaris  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Jateng,  Eko  Supriyono  mengatakan
              aspirasi  kaum  buruh  dalam  memperjuangkan  KHL  layak  disampaikan  ke  Gubernur  Ganjar
              Pranowo dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, serikat pekerja menginginkan
              audiensi dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono sebelum UMK digedok.

              "Sebelum digedok (UMK Kabupaten Karanganyar) 30 November, kami harus ketemu pak bupati
              dulu. Semua hal urgen harus kami sampaikan supaya menjadi pertimbangan," katanya.
              Ia meyakini Pemkab Karanganyar memiliki kebijakan pro kaum buruh. Harapannya, angka UMK
              dapat  ideal.  "Selama  ini  UMK  Karaganyar  tetinggi  di  Soloraya.  Pada  2021  ditetapkan
              Rp2.050.000," katanya.

              Ia  menghitung  kebutuhan  belanja  hand  sanitizer,  masker,  sabun  dan  kuota  internet  belajar
              daring anak mencapai Rp300 ribu per bulan. Belanja itu belum dihitung sama sekali dalam skema
              pengupahan.

              "Kita belum bicarakan penggunaan regulasi. Tapi sodorkan realita-realitanya," katanya.























                                                           317
   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323