Page 468 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2021
P. 468

Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Jatim dari Unsur Pekerja, Ahmad Fauzi mengatakan, buruh
              tidak menyepakati angka tersebut. Keinginan buruh, UMP Jatim tahun 2022 minimal naik Rp 275
              ribu hingga Rp 300 ribu.

              "Kami tetap mempedomani kenaikan UMP tahun 2022 ini harus berdasar kepada peraturan lama.
              Minimal naik Rp 275 ribu," kata Fauzi kepada detikcom, Rabu (17/11/2021).

              Fauzi menyebut, patokan dari unsur pekerja yaitu peraturan lama Undang-Undang Nomor 13
              Tahun 2003 dan PP Nomor 78. Unsur pekerja tidak ingin kenaikan UMP hanya Rp 22.700.

              "Di  mana,  pertumbuhan  ekonomi  dan  inflasi  patokannya,  kami  tetap  mempertahankan  itu.
              Apalagi, UU Cipta Kerja masih di judicial review di Mahkamah Konstitusi. Maka tidak ada kata
              lain bagi unsur pekerja," katanya.

              "Kenaikan UMP, UMK di Jatim harus berdasar itu. Maka tidak boleh naik Rp 22 ribu, kalkulasi
              kami minimal Rp 275 ribu sampai Rp 300 ribu," lanjutnya.

              Fauzi menambahkan, daya beli masyarakat bisa naik apabila angka UMP serta UMK di Jatim naik
              cukup  tinggi.  "Apalagi  pandemi  ini  saya  anggap  sudah  selesai,  itu  yang  kita  minta  ke
              pemerintah," pungkasnya.

              Diketahui sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Himawan
              Estu  Bagijo  yang  juga  sekaligus  Sekretaris  Dewan  Pengupahan  Provinsi  Jatim  menyebut,
              pihaknya sudah mengusulkan ke Gubernur Jatim angka kenaikan UMP tahun 2022 yakni sebesar
              Rp 22.700.













































                                                           467
   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472   473