Page 62 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 APRIL 2020
P. 62
Title INDOSAT OOREDOO ALOKASIKAN RP 663 MILIAR UNTUK PAKET KOMPENSASI 677
KARYAWAN KENA PHK
Media Name kontan.co.id
Pub. Date 02 April 2020
Page/URL https://investasi.kontan.co.id/news/indosat-ooredoo-alokasikan-rp-663- miliar-untuk-
paket-kompensasi-677-karyawan-kena-phk
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo menyatakan, sebanyak 92% dari 677
karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) telah setuju untuk
menerima paket kompensasi yang ISAT berikan. Berdasarkan keterangan resmi
ISAT, Kamis (2/4), para karyawan ini telah menjalani fase transisi yang lancar pada
akhir Maret 2020.
ISAT mengalokasikan Rp 663 miliar untuk mendanai paket kompensasi. Tahap
pertama yang sebesar Rp 343 miliar akan dibayarkan kepada 328 karyawan
terdampak sebelum 15 April 2020. Ini belum termasuk bonus 2019 sebesar Rp 18,3
miliar.
Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Irsyad Sahroni
menyampaikan, ISAT juga telah mengadakan pelatihan dan dukungan pasca-kerja
untuk karyawan yang terkena dampak pada akhir Februari lalu. Menurut dia, mitra
managed services Indosat Ooredoo, Ericsson, juga telah mulai merekrut banyak
karyawan yang terdampak untuk mulai bekerja di bawah payung perusahaannya.
"Kami memahami bahwa ini adalah saat yang sulit bagi karyawan kami. Indosat
Ooredoo berkomitmen untuk memperlakukan semua orang dengan rasa hormat dan
penghargaan. Kami akan mengeksplorasi semua opsi yang memungkinkan untuk
memberikan dukungan dan untuk memperingan dampak pada rekan-rekan kami,"
tutur Irsyad.
Irsyad menambahkan, saat ini, pihaknya sedang dalam proses mediasi dengan 52
karyawan terkena dampak yang memutuskan untuk menolak tawaran kompensasi
dan melalui penyelesaian perselisihan hubungan industrial. "Memang benar
beberapa karyawan yang terkena dampak memutuskan untuk melakukan
penyelesaian perselisihan hubungan industrial, dan kami menghormati dan
mengikuti proses yang mengacu pada prosedur dan hukum yang berlaku," ucap dia.
Proses dimulai dengan pertemuan bipartit yang dilakukan pada akhir Februari 2020.
Kemudian, dilanjutkan dengan proses mediasi yang dipimpin oleh masing-masing
Kantor Tenaga Kerja setempat sebelum merebaknya virus corona di Indonesia.
Page 61 of 186.

