Page 113 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 113
"Banyak yang meminta agar pemerintah mampu mengatasi problem ekonomi dan
mengusahakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Nah, adanya UU Cipta Kerja
akan memudahkan dan mendatangkan investasi secara efisien. Jika banyak
investasi yang masuk ke Indonesia maka lapangan pekerjaan pun akan tersedia,"
jelasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Legislatif DPR RI Supratman Andi Atgas menegaskan
bahwa pasal-pasal yang dinilai bermasalah akan dibahas lebih lanjut di DPR dengan
melibatkan semua pihak, termasuk buruh untuk mencari solusi terbaik.
"Nanti kita akan bentuk Panja dan di dalam Panja itu kita akan bahas per klaster
dan pasal-pasal yang dinilai publik kontroversial. Nanti Panja akan membahasnya
dengan semua pihak, bisa dari masyarakat, pengusaha, dan juga buruh," ungkap
anggota Fraksi Gerindra ini.
Buruh Ancam Demo
KSPI bersama Konfederasi Serikat Pekerja lain mengancam lakukan unjuk rasa pada
30 April di DPR RI dan Kemenko Perekonomian. Dalam aksi ini, buruh akan
menyuarakan penolakan atas pembahasan omnibus law RUU Cipta Kerja.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, di tengah pandemi Corona, seharusnya DPR
memberikan empati yang sungguh-sungguh kepada masyarakat. Dengan fokus
menghadapi pandemi corona dan PHK besar-besaran yang saat ini terjadi.
"Saat ini puluhan ribu buruh terus mengirimkan WA dan SMS kepada para pimpinan
DPR RI agar menghentikan pembahasan omnibus law. Bisa jadi jumlahnya akan
mencapai ratusan ribu," kata Said Iqbal melalui keterangan tertulisnya, Kamis (9/8).
"Jika aspirasi ratusan ribu WA dan SMS tidak ditanggapi, maka tanggal 30 April
ribuan buruh akan datang langsung untuk menyampaikan aspirasi," lanjutnya.
Menurut Said Iqbal, ada dua hal yang lebih penting didiskusikan di DPR ketimbang
membahas Omnibus Law RUU Cipta Kerja.
Page 112 of 355.

