Page 162 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 162

“Penurunan okupansi di bulan April ini tentunya akan semakin besar lagi,” jelas dia.

               Johnnie menilai pemerintah perlu segera mengambil langkah dan tentu mengajak
               pelaku usaha duduk bersama. Ia pun melihat dalam dua bulan ke depan harus ada
               stimulus yang benar-benar bisa menjawab persoalan ini.

               “Bayangkan saja, para pengusaha ini ada gaji ke-13, apakah nantinya mereka akan
               sanggup membayarkan ini apabila tidak ada stimulus sama sekali dari pemerintah”,
               tegas dia.

               Sementara itu, pengamat ekonomi Didik J Rachbini menilai, fenomena pengurangan
               tenaga kerja ini merupakan puncak dari lemahnya ekonomi selama beberapa waktu
               terakhir, ditambah lagi dengan merebaknya wabah virus corona.

               “Kalau melihat turunnya penjualan ritel, sebenarnya hal ini sudah terjadi sejak
               Agustus 2019, di mana indeks penjualan ritel Indonesia terlihat konsisten di level
               mengkhawatirkan,” jelas Didik.


               Didik menambahkan, yang terburuk tercatat pada Agustus 2019 sebesar minus
               1,8% dan Februari 2020 minus 0,5%. Desember yang menjadi bulan surga belanja
               pun tidak berhasil mengangkat penjualan ritel karena hanya mencatatkan
               pertumbuhan 3,6%.

               Indikator Purchasing Manager Index (PMI) terus turun, kemarin memang sempat
               mengalami kenaikan, tetapi hal ini menimbulkan pertanyaan di tengah
               memuncaknya virus corona, ungkap dia.

               Meski begitu, Didik tidak menampik bila merebaknya wabah ini menambah beban
               ekonomi. Kekhawatiran terhadap virus corona membuat aktivitas industri hingga
               pariwisata terganggu.

               Hal ini membuat sejumlah perusahaan mengurangi jumlah pegawai. Apabila
               pandemi Covid-19 bisa terselesaikan dengan baik pada kuartal III/2020, setidaknya
               akan ada pemasukan mulai kuartal I/2021 dan diharapkan para pelaku usaha ini
               bisa kembali normal pada 2021, tegas dia.

               Namun, di balik banyak gempuran dalam bidang usaha yang mengalami penurunan
               akibat wabah korona ini, perencana keuangan dari May Institute, Ellen May
               mengatakan, saat krisis terjadi justru masyarakat harus tetap optimistis.

               "Jika berada dalam situasi yang besar seperti pemberhentian kerja, kita tidak boleh
               selalu terfokus pada masalah, tetapi kita harus terus berjuang. Berfokus pada solusi,
               berpikir bahwa saya bisa," ungkap dia.

               Melalui bisnis online dari rumah, masyarakat bisa menawarkan berbagai macam
               produk. Saat ini produk kesehatan seperti masker dan hand sanitizer paling banyak
               diburu. Masyarakat juga mencari barang konsumsi, kebutuhan sehari-hari, dan
               peralatan untuk bekerja di rumah.





                                                      Page 161 of 355.
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167