Page 192 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 192

berorientasi pada profit. Apalagi tidak ada tanggung jawab dari pengelola pelatihan
               untuk menyalurkan ke dunia kerja. Kasihan sekali masyarakat," sesal Netty.


               Netty pun mengingatkan pemerintah adanya potensi masalah jika KPK 'dipaksa'
               digulirkan. Pertama adalah kesesuaian jumlah masyarakat calon penerima dengan
               kondisi rill masyarakat terdampak COVID-19.

               Kedua, asas pemerataan dan keadilan dalam jumlah distribusi kartu untuk semua
               daerah. Ketiga, kesiapan BLK secara infrastruktur dan instrukturnya untuk pelatihan
               dan praktik. Keempat, tema pelatihan yang memang tidak sesuai dengan sektor dan
               kebutuhan kerja. Kelima, banyaknya tenaga kerja informal terdampak,
               membutuhkan ketersediaan akses internet yang memadai dan literasi digital bagi
               mereka.

               "Anggaran Rp20 triliun Kartu Prakerja ini rawan penyelewengan dan penyimpangan
               oleh oknum, baik untuk kepentingan keuntungan finansial atau pun membangun
               pencitraan. Jangan sampai kita hilang akal untuk mengenali dan mengawasi.
               Berdasarkan kondisi riil di lapangan, saya pikir lebih baik pemerintah menunda
               program kartu prakerja hingga badai COVID-19 reda. Kemudian fokus pada stimulus
               tunai dan bansos bagi warga terdampak dengan kategorisasi yang jelas lebih
               dibutuhkan saat ini," tutup Netty.

               Menanggapi tentang adanya potensi kisruh, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki
               Laka Lena mengaku tak setuju dengan Netty. Sebab menurut dia, perubahan
               konsep dan metode pelaksanaan program KPK karena adanya dampak pandemi
               COVID-19.

               "Orang miskin marah kecuali tidak dapat bantuan sama sekali dan kalau penjelasan
               pemerintah jalan mestinya semua yang terdampak COVID-19 pasti dapat bantuan
               sosial berbagai jenis ini," tegasnya.

               Dia juga meyakini kisruh tak akan terjadi karena pemerintah sudah membuat sistem
               agar setiap masyarakat tidak dua menerima bantuan tersebut.

               "Sehingga bisa didistribusi dengan baik ke berbagai kalangan yang terdampak.
               Kalau data pemerintah jelas dilaksanakan dengan tepat kepada yang terdampak
               keributan tidak terjadi," tegas Melki lagi.

               Melki mengungkapkan, program itu kini dijadikan pemerintah sebagai bagian dari
               Jaring Pengaman Sosial dengan persiapan yang terbilang singkat. Walau
               persiapannya singkat, ditekankan politisi Partai Golkar ini peminatnya sangatlah
               banyak, untuk gelombang pertama saja peminatnya mencapai 6 juta orang.


               Diyakinkannya ke depan tak akan kisruh seperti yang diduga Netty. Sebab peserta
               yang menerima kata dia telah melalui tahapan seleksi online yang sangat ketat.

               "Tentu saja membantu kelompok pekerja baik yang dirumahkan atau di PHK juga
               kelompok UMKM yang juga terpukul dampak COVID-19. Peserta bisa memilih model




                                                      Page 191 of 355.
   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197