Page 278 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 278
Title ALAMI PHK KARENA VIRUS CORONA, PERLUKAH ANAK DIBERI TAHU? INI KATA PSIKOLOG
Media Name kumparan.com
Pub. Date 17 April 2020
https://kumparan.com/kumparanmom/alami-phk-karena-virus-corona-perluka h-anak-
Page/URL
diberi-tahu-ini-kata-psikolog-1tET4n4Y7ci
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Bayang-bayang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan di tengah
pandemi virus corona, terus menghantui para karyawan atau pekerja di Indonesia.
Berdasarkan data Kemnaker per 7 April 2020, terdapat 39.977 perusahaan yang
melakukan PHK dan merumahkan 1.010.579 karyawan.
"Total jumlah perusahaan yang merumahkan pekerja dan PHK sebanyak 74.430
perusahaan dengan jumlah pekerja/buruh/tenaga kerja sebanyak 1.200.031 orang,
" kata Menaker Ida Fauziyah melalui keterangan tertulis, Rabu (8/4).
Adakah Anda atau suami mengalaminya juga, Moms?
Bila ya, tentu kondisi ini tidak mudah mengingat kebutuhan hidup tak mungkin bisa
menunggu. Anak-anak tetap butuh makan dan bersekolah.
Tapi perlukah menjelaskan pada anak bahwa orang tuanya, entah itu ayah atau ibu
tidak bekerja lagi karena sudah di-PHK? Ternyata perlu, Moms.
Menurut Vera Itabiliana M.Psi, Psi., psikolog anak dari Lembaga Psikologi Terapan
UI, anak yang kritis, meski anak masih TK misalnya, pasti akan memperhatikan jika
ada perubahan rutinitas. Dan karena adanya perubahan rutinitas, anak
kemungkinan besar akan mempertanyakan perubahan ini.
"Karena itu sebaiknya orang tua jangan berbohong karena ini akan membuat anak
bertambah bingung," ujar Vera kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Vera menjelaskan, kehilangan pekerjaan pasti akan berpengaruh besar bagi kita
sebagai orang tua dan juga kehidupan keluarga. Pasti ada tekanan-tekanan yang
menjadi beban pemikiran dan ini akhirnya akan mempengaruhi suasana hati yang
bisa terbaca oleh anak.
"Jadi jangan pula berharap anak akan lupa atau tidak memikirkan hal ini," Vera
berpesan.
Page 277 of 355.

