Page 338 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 338
Title 1,9 JUTA PEKERJA TERKENA PHK AKIBAT COVID-19
Media Name jpnn.com
Pub. Date 17 April 2020
Page/URL https://www.jpnn.com/news/19-juta-pekerja-terkena-phk-akibat-covid-19
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat total 1.943.916
orang pekerja yang dirumahkan atau menjadi korban pemutusan hubungan kerja
(PHK) akibat COVID-19 menurut data sampai dengan Kamis (16/4).
"Dibandingkan dengan pekerja yang di-PHK dan dirumahkan memang
presentasenya jauh lebih besar yang dirumahkan. Saya berharap memang PHK
benar-benar sebagai jalan terakhir," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida
Fauziyah dalam keterangan dari Kemnaker yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4).
Menurut data sampai dengan Kamis (16/4), terdapat 1.500.156 pekerja sektor
formal dari 83.546 perusahaan yang dirumahkan atau terkena PHK.
Sementara itu, pemerintah mencatat 443.760 pekerja sektor informal dari 30.794
perusahaan yang terkena dampak tidak langsung dari COVID-19.
Menaker Ida berharap pengusaha akan menjadikan langkah PHK sebagai jalan
terakhir dan bisa melakukan beberapa langkah untuk menyiasati dampak ekonomi
yang muncul akibat penyebaran COVID-19 di Indonesia.
Beberapa langkah itu, kata dia, misalnya dengan mengurangi shift dan jam kerja
atau memberlakukan sistem pergantian hari kerja sebagai pilihan lain untuk
perusahaan bertahan.
Pemerintah berusaha untuk membantu para pekerja dengan salah satunya
meluncurkan Kartu Prakerja, yang menyasar secara khusus pekerja terdampak
COVID-19.
Skema Kartu Prakerja pun disesuaikan dengan kondisi saat ini. Tidak hanya
memberikan pelatihan kemampuan yang dibutuhkan industri tapi juga terdapat
insentif sebagai bentuk jaringan pengaman sosial.
"Saya berharap teman-teman yang dirumahkan atau di-PHK memanfaatkan program
Kartu Prakerja," tegas Menaker Ida.
Page 337 of 355.

