Page 343 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 APRIL 2020
P. 343
Title 1,9 JUTA PEKERJA DIRUMAHKAN AKIBAT COVID-19
Media Name jabar.antaranews.com
Pub. Date 17 April 2020
https://jabar.antaranews.com/berita/150268/19-juta-pekerja-dirumahkan- akibat-covid-
Page/URL
19
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat total 1.943.916 orang
pekerja yang dirumahkan atau menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK)
akibat COVID-19 menurut data sampai dengan Kamis (16/4).
"Dibandingkan dengan pekerja yang di-PHK dan dirumahkan memang
presentasenya jauh lebih besar yang dirumahkan. Saya berharap memang PHK
benar-benar sebagai jalan terakhir," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida
Fauziyah dalam keterangan dari Kemnaker yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut data sampai dengan Kamis (16/4), terdapat 1.500.156 pekerja sektor
formal dari 83.546 perusahaan yang dirumahkan atau terkena PHK.Sementara itu,
pemerintah mencatat 443.760 pekerja sektor informal dari 30.794 perusahaan yang
terkena dampak tidak langsung dari COVID-19.
Menaker Ida berharap pengusaha akan menjadikan langkah PHK sebagai jalan
terakhir dan bisa melakukan beberapa langkah untuk menyiasati dampak ekonomi
yang muncul akibat penyebaran COVID-19 di Indonesia. Beberapa langkah itu, kata
dia, misalnya dengan mengurangi shift dan jam kerja atau memberlakukan sistem
pergantian hari kerja sebagai pilihan lain untuk perusahaan bertahan.
Pemerintah berusaha untuk membantu para pekerja dengan salah satunya
meluncurkan Kartu Prakerja, yang menyasar secara khusus pekerja terdampak
COVID-19. Skema Kartu Prakerja pun disesuaikan dengan kondisi saat ini. Tidak
hanya memberikan pelatihan kemampuan yang dibutuhkan industri tapi juga
terdapat insentif sebagai bentuk jaringan pengaman sosial.
"Saya berharap teman-teman yang dirumahkan atau di-PHK memanfaatkan program
Kartu Prakerja," tegas Menaker Ida.
Kartu Prakerja resmi membuka pendaftaran gelombang pertama pada Sabtu (11/4)
dan peserta yang berhasil lulus diumumkan pada hari ini, Jumat (17/4). Menurut
Menko Perekonomian Airlangga Hartato, sudah 5,7 juta orang mendaftar Kartu
Prakerja dengan 3,1 juta peserta dalam status terverifikasi.
Pemerintah berencana menaikkan kapasitas peserta Kartu Prakerja dari 164.000
orang menjadi 200.000 orang karena melihat antusiasme masyarakat dalam
pendaftaran gelombang pertama.
Page 342 of 355.

