Page 121 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 121
dengan Pemerintah Provinsi Papua untuk kepastian cabor yang akan
dipertandingkan di 2020 nanti.
"Kami akan minta arahan Pak Presiden terkait dengan masalah cabornya. Jadinya
yang dipertandingan ini berapa banyak. Dari sisi kementerian sudah ada
simulasinya, kira-kira berapa cabor yang akan dipertandingkan dengan
mempertimbangkan banyak hal, termasuk masalah ketersediaan venue," katanya.
Masa tugas hanya sebulan, Hanif menyatakan masih bisa membagi waktu di dua
kementerian
Terkait dengan persiapan SEA Games dan PON, menurut Hanif, sampai saat ini
belum ada wacana untuk bertemu dengan cabang-cabang olahraga. Dengan masa
tugas hanya sebulan, tidak akan ada pengaruh atau perubahan yang terlalu banyak
sehingga ia meminta agar cabor-cabor tidak perlu khawatir.
"Karena hanya sebulan, pengaruhnya tidak terlalu banyak. Tapi, nanti saya akan
lihat perkembangannya. Kalau memang perlu duduk bersama segera, kenapa tidak.
Lembaga ini (Kemenpora) kan juga bukan sesuatu yang baru. Ini Kementerian lama
yang diisi oleh orang-orang yang berpengalaman. Hanya saya saja yang baru. Jadi
saya kira segala sesuatunya sudah berjalan, tinggal memastikan saja. Inshaallah
segala sesuatunya bisa berjalan," imbuh Hanif.
Mengenai posisinya yang harus memimpin dua kementerian dengan isu yang
berbeda, Hanif menyatakan siap untuk membagi waktunya. Mulai pukul 08.00 WIB,
ia berkegiatan di Kemenaker dan pukul 10.00 WIB ke Kemenpora. Siang hari, ia
mengatakan bisa mengatur lagi waktunya bila ada acara sesuai prioritas.
"Tidak kagok, biasa saja, hanya memang isunya agak berbeda. Sedikit beruntung
karena saya pernah di Komisi 10, dan juga pernah jadi Menpora ad interim saat Pak
Imam (Nahwari) dinas ke luar negeri. Sejauh ini masih oke," ujarnya.
Page 120 of 165.

