Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 123
Title TKW SUKABUMI JADI SAKSI DAHSYATNYA PERANG DI SURIAH
Media Name republika.co.id
Pub. Date 24 September 2019
https://nasional.republika.co.id/berita/pybpg33918000/tki-sukabumi-jad i-saksi-
Page/URL
dahsyatnya-perang-di-suriah
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Dewi Puspita, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kampung Cijambe, Kabupaten
Sukabumi, berbagi kisah tentang pengalamannya di Suriah selama perang
berkecamuk. Dewi diketahui hilang kontak selama sembilan tahun di Suriah.
"Saya berangkat ke Suriah menjadi TKW pada 2010, tetapi di 2011 Suriah terjadi
perang. Saat itu saya menyaksikan langsung bagaimana perang terjadi hingga
bertahun-tahun, bahkan saat akan pulang ke Indonesia pun suara tembakan dan
ledakan masih sering terjadi," katanya di Sukabumi, Senin (23/9/2019).
Dewi yang baru dua hari tiba di rumahnya di Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat
setelah sembilan tahun bekerja di Suriah membagi kisah dengan Antara yang
menyambangi rumahnya. Ia menceritakan betapa menakutkannya kondisi di Suriah
saat baku tembak terjadi di negeri tersebut yang hingga kini masih terjadi.
Apalagi pahlawan devisa ini tinggal di rumah majikannya di Kota Homs yang
merupakan salah satu daerah yang menjadi pusat perang saudara. Sebelum perang
terjadi, di kota ini banyak terdapat bangunan megah, namun perang
meluluhlantakkan kota itu.
Dia mendengar suara peluru dan ledakan bom hampir setiap hari dan melihat secara
langsung bom meledak di depan matanya. Suara rentetan senjata mesin yang
memuntahkan ribuan peluru tajam hampir setiap waktu terngiang di telinganya.
Bahkan rumah majikannya pun tidak luput dari tembakan peluru tajam dan percikan
ledakan bom dari dua kubu yang saling serang. Saat itu ia dan majikannya pun
langsung menyelamatkan diri ke ruangan yang dianggap aman di dalam rumahnya.
Majikan yang baik
Ia baru bisa keluar dan merasa aman saat suara tembakan dan ledakan sudah mulai
berkurang. Kondisi seperti itu, Dewi alami selama bertahun-tahun dan majikannya
pernah mencoba untuk datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)
Damaskus, namun di tengah perjalanan di stop tentara dan diperintahkan untuk
kembali ke rumah.
Page 122 of 165.

