Page 46 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 46

Revitalisasi berkaitan dengan perbaikan mutu dan sumber daya balai latihan kerja
               sehingga menjadi pusat pelatihan vokasi unggul. Ada delapan variabel yang
               ditingkatkan fungsinya, yakni: SDM pengelola lembaga dan tenaga instruktur,
               sarana dan prasarana pelatihan, tata kelola balai, standar kompetensi dan program
               pelatihan, sistem pendanaan, kemitraan dengan dunia industri, dan dunia usaha.

               Rebranding merupakan upaya menjadikan balai latihan kerja menjadi tempat bagi
               pelatihan keterampilan yang dibutuhkan berdasarkan kebutuhan riil pasar saat ini
               bukan supply-driven.

               Dengan begitu, diharapkan sinergitas kebutuhan dan pasokan tenaga kerja terampil
               terbangun serta efisiensi dan efektivitas pembangunan SDM semakin meningkat.

               Program 3R balai latihan kerja tersebut mendorong percepatan peningkatan daya
               saing dan kompetensi SDM Indonesia. Sebagaimana Presiden Joko Widodo
               menegaskan fokus pada pembangunan SDM Indonesia unggul ke depannya karena
               variabel ini menjadi pendorong kemajuan bangsa Indonesia.

               Menurut Aris, ketenagakerjaan harus menjadi faktor pendorong bukan malah
               pengerem kemajuan bangsa, untuk itu tenaga kerja Indonesia harus benar-benar
               dipersiapkan dengan matang sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri
               dan bersaing di kancah global.

               Menghadapi transformasi yang cepat dalam revolusi industri 4.0, maka dibutuHkan
               respon yang cepat dan komprehensif dalam menyiapkan ketenagakerjaan sesuai
               dengan kebutuhan saat ini.

               "Revolusi industri 4.0 akan berdampak luar biasa dari aspek ketenagakerjaan karena
               pola konsumsi, produksi dan distribusi barang dan jasa berubah sangat ekstrem
               itulah disebut digital disruption," ujarnya.

               Revolusi industri 4.0 mempengaruhi pola perubahan produksi, distribusi dan
               konsumsi. Di masa ini, penggunaan teknologi semakin berkembang pesat di mana
               semula banyak produksi menggunakan banyak tenaga namun sekarang mulai
               beralih kepada mesin dan teknologi sehingga barang-barang bisa diproduksi massal
               dalam waktu relatif singkat

               Revolusi ini ditandai dengan kemajuan teknologi dalam berbagai bidang seperti
               kecerdasan buatan, robot, blockchain, teknologi nano, komputer kuantum, Internet
               of Things, percetakan 3D, dan kendaraan tanpa awak.

               Revolusi industri 4.0 juga mengintegrasikan antara dunia online dan dunia industri
               sehingga dapat menambah efisiensi nilai proses industri. Model bisnis berbasis
               digital juga semakin berkembang pesat. Revolusi industri 4.0 menyebabkan
               peningkatan otomatisasi industri dengan memperkenalkan teknologi produksi
               massal yang dapat disesuaikan danfleksibel.





                                                       Page 45 of 165.
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51