Page 51 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 SEPTEMBER 2019
P. 51
Bambang mengungkapkan penambahan jumlah BLK ini akan diikuti dengan
penambahan jumlah instruktur. Menurutnya, selama ini jumlah infrastruktur BLK
yang ada di lingkungan pemerintah hanya sekitar 3.000 dari jumlah yang
dibutuhkan yaitu 8.000 instruktur.
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan industri untuk
menyediakan instruktur. Ini dilakukan sambil menunggu pemenuhan jumlah
instruktur di tiap BLK rampung.
"Kita tahu industri punya tenaga kerja yang kompeten. Permasalahannya mungkin
hanya metodologi pengajaran. Makanya, kita latih mereka terkait metodologi agar
bisa menyampaikan materi," jelasnya.
Alami Pembaruan
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Manusia
Kemnaker, Aris Wahyudi, menjelaskan pola pelatihan di BLK harus terus mengalami
pembaruan. Menurutnya, BLK harus mampu menjawab tantangan zaman untuk
menyediakan profesi-profesi baru.
"BLK harus mengajarkan materi-materi adaptif yang sesuai dengan kondisi. Jangan
terlalu kaku," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin)
Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Internasional, Anton J Supit, menilai kinerja
pelatihan vokasi akan lebih efektif dengan kehadiran "Grand Design" Kompetensi
Tenaga Kerja. Menurutnya, selama ini tiap kementerian dan lembaga masih berjalan
sendiri-sendiri dalam mengelola pelatihan vokasi.
Page 50 of 165.

